Asam Lambung Jangan Dianggap Sepele, Kenali Gejala dan Faktor Pemicunya

Rm-110 • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 11:29 WIB
Ilustrasi penderita asam lambung (AI)
Ilustrasi penderita asam lambung (AI)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Asam lambung jangan dianggap sepele. Kondisi ini terjadi ketika cairan asam yang secara normal diproduksi lambung untuk membantu mencerna makanan naik kembali ke kerongkongan.

Asam lambung sendiri merupakan cairan pencernaan yang diproduksi secara alami oleh lambung. Namun, istilah asam lambung juga sering digunakan untuk menyebut kondisi ketika cairan tersebut naik kembali ke kerongkongan atau esofagus. Dalam dunia medis, kondisi tersebut dikenal sebagai Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

Asam lambung naik dapat terjadi ketika otot lower esophageal sphincter (LES), yakni katup yang berada di antara kerongkongan dan lambung, melemah atau terbuka pada waktu yang tidak semestinya. Akibatnya, asam lambung dapat naik ke kerongkongan dan menyebabkan iritasi, sensasi terbakar hingga luka.

Keluhan asam lambung disebut banyak dialami usia produktif, terutama 20 hingga 50 tahun, serta kelompok usia lanjut di atas 60 tahun. Kini, keluhan serupa juga semakin sering ditemukan pada kelompok usia muda, termasuk Gen Z.

Bisa Memicu Komplikasi

Secara umum, asam lambung tidak menyebabkan kematian secara langsung. Namun, kondisi yang dibiarkan tanpa penanganan dapat memicu komplikasi serius.

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain:

Kenali Gejala Asam Lambung Naik

Gejala utama asam lambung naik adalah sensasi panas atau terbakar di dada yang sering memburuk setelah makan atau ketika berbaring.

Berikut sejumlah gejala yang umum dirasakan:

Gejala tersebut dapat berbeda pada setiap orang. Karena itu, keluhan yang berulang dan mengganggu sebaiknya tidak diabaikan.

Kenali Faktor Pemicu

Sejumlah kondisi dan kebiasaan dapat memicu atau memperburuk asam lambung naik. Di antaranya:

Asam Lambung Berbeda dengan Maag

Hal lain yang perlu dipahami, asam lambung naik berbeda dengan maag.

Maag merupakan istilah yang umum digunakan untuk menggambarkan keluhan pada lambung, termasuk peradangan atau luka pada dinding lambung.

Sementara asam lambung naik merupakan kondisi ketika isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan akibat gangguan pada katup bawah kerongkongan.

Karena memiliki penyebab dan mekanisme yang berbeda, keluhan yang dianggap sebagai “maag” belum tentu merupakan asam lambung atau GERD. Pemeriksaan diperlukan apabila gejala berlangsung berulang, semakin berat atau mengganggu aktivitas. (rth)

Editor : Slamet Harmoko
obat asam lambung gejala asam lambung akibat asma lambung asam lambung