Sejumlah Kebiasaan Hidup yang Sederhana untuk Mencapai Bahagia

Radar Sampit • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 22:20 WIB

 

Ilustrasi hidup Bahagia (olahan AI)
Ilustrasi hidup Bahagia (olahan AI)

 

radarsampit.jawapos.com – Kebahagiaan tidak harus melalui pencapaian besar, kemewahan, atau kehidupan yang serba sempurna. Rasa bahagia justru dapat muncul dari kebiasaan sederhana yang membuat pikiran lebih tenang dan hidup terasa lebih terarah.

Menyederhanakan kehidupan bukan berarti menghilangkan hal-hal yang menyenangkan, melainkan memberikan lebih banyak ruang bagi sesuatu yang benar-benar memiliki arti. Mulai dari menata rumah hingga mengurangi penggunaan perangkat digital.

Baca Juga: Rahasia Akhir Pekan yang Bikin Bahagia: Tidur Lebih Lama dan Nikmati Waktu Tanpa Beban

Dilansir dari Geediting.com, terdapat beberapa cara dapat dicoba untuk membangun kehidupan yang lebih sederhana dan meningkatkan rasa bahagia.

 

1. Rapikan lingkungan tempat tinggal

Kondisi rumah atau kamar ternyata dapat memengaruhi bagaimana seseorang menjalani aktivitas sehari-hari. Tumpukan barang dan ruangan yang terlalu penuh dapat membuat suasana terasa kurang nyaman.

Karena itu, cobalah mulai menata kembali ruang yang paling sering digunakan. Pilah barang-barang yang masih diperlukan dan sisihkan benda yang sudah tidak memberikan manfaat.

Rumah yang lebih teratur tidak harus berarti kosong. Yang terpenting adalah menciptakan lingkungan yang nyaman sehingga pikiran tidak terus-menerus terbebani oleh kekacauan di lingkungan sekitar.

2. Jangan terlalu banyak mengambil komitmen

Kesibukan yang berlebihan terkadang membuat seseorang tidak memiliki cukup waktu untuk beristirahat maupun menikmati kehidupan.

Sering menerima ajakan, pekerjaan tambahan, atau berbagai aktivitas juga dapat menguras energi. Karena itu, penting untuk mempertimbangkan kembali setiap komitmen sebelum menyetujuinya.

Belajar mengatakan "tidak" pada hal-hal tertentu bukan berarti tidak peduli terhadap orang lain. Justru, langkah tersebut dapat membantu seseorang menjaga waktu dan energi untuk aktivitas yang memang penting.

3. Luangkan waktu untuk menikmati alam

Berada di ruang terbuka bisa menjadi pilihan sederhana ketika pikiran mulai terasa penuh. Tidak perlu melakukan perjalanan jauh. Berjalan santai di taman, menikmati pepohonan, atau menghabiskan waktu di tempat yang tenang sudah dapat menjadi alternatif.

Salah satu praktik yang dikenal di Jepang adalah shinrin-yoku atau mandi hutan. Konsep ini mengajak seseorang untuk benar-benar hadir ketika berada di alam dengan memperhatikan apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan.

 

4. Latih kesadaran terhadap momen sekarang

Pikiran sering kali sibuk memikirkan kesalahan masa lalu atau mencemaskan sesuatu yang belum terjadi. Kebiasaan tersebut dapat membuat seseorang sulit menikmati apa yang sedang berlangsung.

Latihan mindfulness dapat menjadi salah satu cara untuk mengembalikan perhatian pada saat ini. Praktiknya bisa sederhana, seperti duduk tenang selama beberapa menit, mengatur napas, melakukan meditasi, atau memperhatikan sensasi tubuh.

 

5. Sisihkan waktu untuk orang-orang terdekat

Kesibukan sering membuat waktu untuk keluarga dan sahabat semakin berkurang. Padahal, hubungan sosial yang sehat dapat memberikan rasa nyaman, dukungan, dan kebahagiaan.

Tidak selalu membutuhkan kegiatan yang mahal. Makan bersama, berbincang tanpa gangguan ponsel, atau sekadar menanyakan kabar orang terdekat dapat menjadi bentuk perhatian yang berarti.

Kehidupan yang sederhana bukan hanya tentang mengurangi barang atau aktivitas, tetapi juga menyediakan ruang bagi hubungan yang dianggap penting.

6. Jangan abaikan kebutuhan diri sendiri

 

Menjalani hidup sederhana bukan berarti terus-menerus mengutamakan kebutuhan orang lain. Tubuh dan pikiran juga membutuhkan waktu untuk beristirahat. Tidur yang cukup, berolahraga, membaca buku, menikmati waktu sendirian, melakukan hobi, atau sekadar mandi dengan tenang bisa menjadi bagian dari rutinitas tersebut.

Pada akhirnya, hidup sederhana bukan berarti harus memiliki lebih sedikit dalam segala hal. Yang lebih penting adalah mengetahui apa yang memang dibutuhkan dan memberikan perhatian kepada hal-hal yang membawa nilai positif.(hd/gus)

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
Sumber : Geediting.com
menikmati sederhana pikiran bahagia Kehidupan