Radarsampit.jawapos.com - Menopause, kata yang paling ditakuti oleh sebagian wanita yang sudah memasuki usia 40 tahun. Padahal menopause bukanlah momok yang harus dihindari.
Menopause bukanlah akhir dari segalanya melainkan menapouse Adalah simbol kedewasaan dan kebijaksaanaa dari wanita. Dengan persiapan, dukungan dan pandangan positif setiap wanita bisa menjalani menopause dengan penuh makna.
Apa itu menopause ?
Menapouse adalah berhentinya siklus menstruasi alami yang biasanya terjadi saat wanita memasuki usia 40 tahun keatas. Kondisi ini terjadi saat seorang wanita tidak lagi mengalami haid/datang bulang selama 12 bula secara berturut-turut.
Tetapi menapouse tidak hanya ditandai dengan berhentinya menstruasi, setelah menapouse wanita juga mengalami banyak sekali perubahan karena masa reproduksi mengalami penurunan hormon estrogen dan progestreron sehingga wanita yang sudah menapouse tidak bisa hamil lagi. Selain itu, perubahan fisik, kondisi psikologi hingga Hasrat seksual juga menurun.
Perimenopause adalah dimana Kondisi tubuh berubah secara secara tiba-tiba atau bertahap, periode ini bisa berlangsung selama bertahun tahun sebelum menopause dan biasanya dimulai saat usia 40 tahun, tetapi juga bisa terjadi lebih awal.
Apa saja penyebab menopause?
Penyebab utama menopause adalah proses penuaan alami Dimana indung telur secara bertahap mengurangi bahkan menghentikan produksi hormon estrogen dan progestrogen. Yang mnegakibatkan pelepasan sel telur bernti sehingga menstruasi melambat dan akhirnya benar-benar berhenti.
Penyebab menopause adalah sebagai berikut :
o Merokok, racun yang terdapat didalam rokok bisa mempercepat kerusakan Cadangan sel telur
o Genetik atau garis keturunan dengan menopause dini
o Operasi pengangkatan Indung telur uang memicu menoupose secara instan. Karena tindakan bedah ooforektomi pada kedua ovarium
o Kemoterapi dan radioterapi atau pengobatan kanker panggul atau kemo yang dapat merusak ovarium
o Gangguan autoimun dapat merusak kekebalan tubuh dan menyerang sel ovarium
o Kelainan kromosom atau penyakit tertentu seperti gangguan kelenjar tiroid dan infeksi virus berat
Gejala dan tanda-tanda perimenopause
- Susah tidur : tidur mudah terganggu atau bangun terlalu pagi
- Mudah Lelah : padahal tidur sudah cukup tetapi badan terasa berat
- Mood Swing : emosi naik turun tanpa sebab yang jelas
- Kulit berubah : kulit jadi lebih kering, kusam dan lebih sensitive dari biasanya
- Jantung berdebar : tiba-tiba merasa berdebar tanpa aktivitas berat
- Sakit kepala : sering muncul tanpa sebab jelas, terutama menjelang haid atau saat stres
- Susah fokus dan pelupa : sering lupa hal kecil, konsentrasi menurun
- Berat badan susah turun : padahal pola makan tidak banyak berubah
- Siklus haid tidak teratur : haid datang bisa lebih cepat atau lebih lambat dan jumlah darah yang keluar berubah
- Ngidam makanan manis : craving manis atau makanan berkarbohidrat meningkat
Bagaimana cara mengatasi gejala menopause dini ?
- Hindari makanan pedas dan minuman panas, berkafein, atau beralkohol
- Ciptakan lingkungan rumah yang sejuk dan nyaman
- Gunakan pakaian berbahan katun agar tubuh terasa sejuk
- Terap teknik relaksasi, antara lain dengan meditasi, pengaturan napas, yoga, serta taichi
- Gunakan pelumas vagina berbahan dasar air
Efek samping dari Menopause adalah
- Efek fisik
o Rasa panas secara tiba-toba pada wajah, leher dan dada
o Berkeringat dimalam hari
o Vagina terasa kering yang menyebabkak rasa sakit saat beehubungan seksual
o Sulit tidur dan srring terbangun
o Siklus haid menjadi tidak teratur
- Efek emosional
o Perubahan mood, mudah marah, cemas atau sedih
o Oenurunan fokus : sulit berkonsentarasi dan mudah lupa
- Risiko jangka panjang
o Osteoporosis menyebabkan tulang lebih rapuh karena penurunan masa tulang
o Penyakit jantung menyebabkan risiko gangguan kardiovaskular meningkat
Selain itu, untuk mencegah penyakit yang dapat timbul akibat menopause, wanita disarankan untuk menjalani gaya hidup sehat. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan:
- Berolahraga secara rutin, minimal 30 menit setiap hari
- Beristirahat yang cukup
- Tidak merokok atau mengonsumsi minuman beralkohol
- Menerapkan pola makan yang sehat dan memperbanyak asupan serat dari buah dan sayuran
- Membatasi asupan lemak, gula, dan minyak
- Berkonsultasi ke dokter mengenai perlunya mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D
Editor : Slamet Harmoko