Rahasia Akhir Pekan yang Bikin Bahagia: Tidur Lebih Lama dan Nikmati Waktu Tanpa Beban

Nia Kurniawati • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 10:40 WIB
Ilustrasi Bahagia (AI)
Ilustrasi Bahagia (AI)

Radarsampit.jawapos.com - Banyak orang menganggap akhir pekan harus diisi dengan berbagai aktivitas produktif, mulai dari membersihkan rumah, berbelanja kebutuhan mingguan, hingga menyelesaikan pekerjaan yang tertunda. Namun, pandangan tersebut ternyata tidak selalu benar. 

Justru, meluangkan waktu untuk bersantai, tidur lebih lama, menikmati makanan favorit, dan tidak memaksakan diri melakukan banyak hal disebut dapat meningkatkan kebahagiaan.

Temuan ini diungkapkan oleh pakar kebahagiaan Cassie Holmes dan turut menjadi sorotan, sebagaimana dilansir dari YourTango.

Bagi sebagian pekerja, Sabtu dan Minggu sering kali terasa berlalu begitu cepat. Bukannya benar-benar beristirahat, waktu libur justru dipenuhi daftar pekerjaan rumah yang panjang. Akibatnya, rasa cemas menghadapi hari Senin atau yang dikenal sebagai Sunday Scaries semakin sulit dihindari.

Baca Juga: Dari Ancol sampai Palangka Raya: Ketika Adhyaksa FC Ganti Nama Jadi Isen Mulang FC

Menurut Cassie Holmes, cara pandang terhadap akhir pekan ternyata memiliki pengaruh besar terhadap kondisi psikologis seseorang.

Ia menyarankan agar hari libur diperlakukan layaknya sedang menikmati masa liburan, bukan sekadar dua hari untuk menyelesaikan berbagai kewajiban.

Pendapat tersebut bukan sekadar asumsi. Tahun 2017, Holmes bersama timnya pernah melakukan penelitian terhadap lebih dari 400 pekerja di Amerika Serikat. 

Dalam riset tersebut, separuh peserta diminta menjalani akhir pekan seperti sedang berlibur, sedangkan kelompok lainnya menjalani rutinitas seperti biasa.

Baca Juga: Ide Kreatif, Menyulap Pekarangan Jadi Kebun Sayur Mini

Hasilnya cukup menarik. Setelah akhir pekan berakhir, kelompok yang menganggap hari liburnya sebagai waktu berlibur melaporkan tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi.

Mereka juga merasa lebih positif ketika kembali bekerja dibandingkan peserta yang menjalani akhir pekan secara normal.

Temuan itu menunjukkan bahwa perubahan pola pikir sederhana mampu memberikan dampak yang cukup besar terhadap kesejahteraan mental seseorang.

Menariknya, peningkatan kebahagiaan tersebut tidak membutuhkan biaya tambahan ataupun cuti lebih panjang.

Holmes juga menyoroti kebiasaan masyarakat Amerika yang dinilai kurang maksimal memanfaatkan waktu libur. Dibandingkan pekerja di sejumlah negara Eropa, jam kerja mereka cenderung lebih panjang, sementara waktu berlibur lebih sedikit.

Bahkan, banyak pekerja memilih tidak menggunakan seluruh jatah cuti yang tersedia. Alasannya beragam, mulai dari khawatir pekerjaan menumpuk hingga takut dinilai kurang produktif oleh perusahaan.

Baca Juga: Menulis Kritis Tanpa Takut Kriminalisasi: Ini 10 Diklat Hukum yang Wajib Dipahami Jurnalis Digital

Data dari survei Pew Research Center pada Agustus 2023 memperkuat kondisi tersebut. Sebanyak 46 persen pekerja yang memiliki hak cuti berbayar ternyata tidak memanfaatkan seluruh jatah cutinya. Kekhawatiran tertinggal pekerjaan menjadi salah satu penyebab utama.

Dalam penelitian Holmes, peserta yang menjalani akhir pekan layaknya sedang berlibur memang memperlihatkan kebiasaan yang sedikit berbeda.

Mereka cenderung mengurangi pekerjaan rumah, tidak membawa pekerjaan kantor ke rumah, tidur lebih lama bersama pasangan, bahkan menikmati makanan lebih santai.

Namun, Holmes menegaskan bahwa aktivitas tersebut bukan faktor utama yang membuat mereka lebih bahagia. Kunci sesungguhnya justru terletak pada perubahan cara berpikir.

Saat menganggap akhir pekan sebagai momen liburan, seseorang menjadi lebih sadar terhadap apa yang sedang dijalani. Mereka lebih menikmati setiap aktivitas tanpa terus-menerus memikirkan pekerjaan atau beban yang menunggu pada hari Senin.

Sikap lebih fokus pada momen saat ini membuat pikiran terasa lebih tenang. Daripada terus mengkhawatirkan masa depan atau menyesali masa lalu, seseorang bisa lebih menghargai pengalaman sederhana yang sebenarnya menyenangkan.

Tak sedikit orang merasa bersalah ketika hanya menghabiskan akhir pekan dengan bermalas-malasan di tempat tidur atau bersantai di sofa. Padahal, memberikan kesempatan tubuh dan pikiran untuk benar-benar beristirahat merupakan kebutuhan yang penting.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa hidup dengan lebih sadar terhadap momen saat ini dapat meningkatkan kepuasan hidup.

Menikmati hal-hal sederhana seperti berkumpul bersama keluarga, menonton film favorit, atau sekadar menikmati camilan tanpa terburu-buru ternyata mampu memberikan efek positif terhadap kesehatan mental.

Baca Juga: Halte Blok B

Temuan tersebut menjadi semakin relevan karena tingkat kepuasan hidup masyarakat juga mengalami penurunan. Berdasarkan survei Gallup pada Februari 2024, hanya 47 persen warga Amerika yang mengaku sangat puas dengan kehidupan pribadinya.

Sementara itu, 31 persen menyatakan cukup puas, 11 persen merasa kurang puas, dan sekitar 9 persen mengaku sangat tidak puas dengan kehidupannya.

Meski banyak faktor yang memengaruhi kebahagiaan seseorang, Holmes mengingatkan pentingnya tidak mengabaikan kebutuhan diri sendiri.

Memberikan ruang untuk benar-benar beristirahat tanpa rasa bersalah bisa menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan mental.

Jadi, jika akhir pekan nanti Anda memilih bangun lebih siang, menikmati makanan favorit, atau bersantai tanpa agenda yang padat, tak perlu merasa bersalah. Bisa jadi, itulah cara paling efektif untuk mengisi ulang energi sebelum kembali menjalani rutinitas yang padat di awal pekan. (nik/sla)

Editor : Slamet Harmoko
Bermalas-malasan Tidur Lebih Lama Rahasia Akhir Pekan Tanpa Beban bahagia