Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Uji Nyali di Bromo! Jembatan Kaca 120 Meter di Atas Jurang Resmi Jadi Destinasi Baru, Sajikan Panorama Gunung dari Ketinggian

Farid Mahliyannor • Rabu, 8 Juli 2026 | 21:39 WIB
KEINDAHAN ALAM: Pesona wisatawan di Bromo Sky Bridge, jembatan kaca ikonik Seruni Point dengan latar alam memukau.
KEINDAHAN ALAM: Pesona wisatawan di Bromo Sky Bridge, jembatan kaca ikonik Seruni Point dengan latar alam memukau.

 

Radarsampit.jawapos.com - Menikmati pesona Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kini tidak lagi sebatas menanti matahari terbit. 

Kehadiran Bromo Sky Bridge di kawasan Seruni Point, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, menawarkan sensasi baru menikmati lanskap pegunungan dari atas jembatan kaca yang menantang adrenalin.

Membentang sepanjang 120 meter di atas jurang sedalam 83 meter, Bromo Sky Bridge menyajikan pandangan 360 derajat ke arah Gunung Bromo, Gunung Batok, hingga kemegahan Gunung Semeru.

Baca Juga: Anggota Legislatif Palangka Raya Menilai Kejahatan Narkotika Setara Terorisme

Destinasi wisata ini dirancang tidak sekadar sebagai spot foto, tetapi juga ruang rekreasi keluarga dengan jaminan standar keamanan yang ketat.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, menyampaikan bahwa fasilitas ini merupakan langkah strategis daerah.

"Kehadiran Bromo Sky Bridge diharapkan mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan, memperkuat daya tarik pariwisata Probolinggo, serta memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat," ujarnya.

Baca Juga: BM PAN Kalteng Deklarasi Damai, Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas dan Persatuan

Selain jembatan kaca, pengelola juga telah menyiapkan fasilitas penunjang yang memadai. Wisatawan dapat bersantai di Bromo Sky Cafe yang berlantai tiga atau menikmati suasana di Kopi Dewa 19.

Fasilitas umum seperti area parkir yang luas, toilet bersih, dan masjid juga telah beroperasi. Bahkan, masjid tersebut telah mulai digunakan untuk ibadah Salat Jumat perdana pada 3 Juli 2026 lalu.

General Manager Bromo Sky Bridge, Bambang Heriwahjudi, menegaskan bahwa pengembangan kawasan akan terus berlanjut. Berbagai agenda menarik sedang disiapkan untuk menghidupkan Seruni Point sebagai ruang kumpul komunitas.

Baca Juga: Dewan Pertanyakan Dana Hibah Keagamaan di Kotim Lantaran Tak Dialokasikan dalam APBD 2026 

"Saat ini kami sedang menyiapkan konsep Bromo Sky Fashion Summit. Ke depan, kami akan berkolaborasi dengan penyelenggara Jazz Gunung, Artotel, komunitas trail run, hingga lomba motor trail bersama Komunitas PRABU Probolinggo," jelas pria yang akrab disapa Yudi tersebut.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, Bromo Sky Bridge buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Harga tiket masuk dibanderol cukup terjangkau, yakni Rp55.000 untuk wisatawan domestik dan Rp110.000 untuk wisatawan mancanegara.

Keamanan dan kenyamanan pengunjung tetap menjadi prioritas utama. Hal ini diakui oleh Ibu Bambang Tejo, salah satu wisatawan asal Surabaya.

Baca Juga: Irawati: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Pajak, Warga Diminta Beri Data Jujur

"Pengalamannya sangat menarik. Udaranya segar, pemandangannya luar biasa indah, dan saya sama sekali tidak merasa takut saat berjalan di atas kaca karena terasa benar-benar mantap," ungkapnya.

Perpaduan inovasi wahana, keindahan alam, dan agenda wisata yang dinamis menjadikan Bromo Sky Bridge sebagai wajah baru pariwisata unggulan di Indonesia. (jpg)

 

Editor : Farid Mahliyannor
#liburan #gunung bromo #wisata #healing #traveling