SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Cuaca panas menyelimuti Kota Sampit pada Sabtu (20/6). Berdasarkan pengamatan, suhu udara pada pukul 12.00 WIB hingga 14.00 WIB berkisar antara 31,8 derajat Celsius hingga 32,5 derajat Celsius.
Kondisi tersebut membuat aktivitas di luar ruangan terasa lebih menyengat di dibanding hari-hari biasa.
Meski angka 32 derajat Celsius masih jauh di bawah suhu tubuh manusia yang rata-rata mencapai 36 hingga 37 derajat Celsius, suhu udara tersebut tetap tergolong panas, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia yang memiliki tingkat kelembapan cukup tinggi.
Kombinasi suhu dan kelembapan daoat membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan.
Sejumlah warga mengaku merasakan dampak cuaca panas yang terjadi sejak beberapa hari terakhir. Salah satunya Hadi, warga Sampit. Ia mengatakan suhu yang terik membuat tubuh lebih cepat haus dan mudah lelah saat beraktivitas.
"Kalau cuaca panas itu bawaannya mau minum terus. Badan juga terasa lemas," ujar Hadi yang sehari-hari berprofesi sebagai driver ojek online, Sabtu (20/6).
Menurtunya, aktivitas di luar ruangan pada siang hari terasa lebih berat dibanding biasanya. Karena itu, ia memilih memperbanyak konsumsi air putih dan sesekali beristirahat di tempat yang teduh agar tubuh tidak cepat kelelahan.
Menghadapi cuaca panas, masyarakat disarankan untuk menjaga kecukupan cairan tubuh dnegan minum air putih secara teratur, meski belum merasa haus. Selain itu, penggunaan pakaian yang ringan dan menyerap keringat juga dapat membantu tubuh tetap nyaman saat beraktivitas.
Warga juga dianjurkan membatasi aktivitas berat di bawah terik matahari pada siang hari, terutama antara pukul 11.00 hingga 15.00 WIB.
Jika harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan topi, payung, atau pelindung lainnya dapat membantu mengurangi paparan panas secara langsnug. Dengan langkah sederhana tersebut, risiko dehidrasi dan gangguan kesehatan akibat cuaca panas dapat diminimalkan. (yn/sla)
Editor : Slamet Harmoko