Radarsampit.jawapos.com - Dalam tradisi masyarakat Muslim di Indonesia, malam Jumat sering kali diidentikkan sebagai waktu yang spesial atau dianjurkan bagi pasangan suami istri (pasutri) untuk berhubungan intim.
Saking melekatnya anggapan ini, muncul istilah populer "sunah Rasul" khusus untuk merujuk pada aktivitas tersebut di malam Jumat.
Namun, bagaimana pandangan Islam yang sebenarnya mengenai hal ini? Mari kita bedah secara objektif berdasarkan dalil dan penjelasan para ulama.
Baca Juga: PIALA DUNIA 2026: Duel Sarat Gengsi! AS Lebih Diunggulkan, Paraguay Siapkan Kejutan
1. Mitos vs Fakta Istilah "Sunah Rasul" Malam Jumat
Banyak orang mengira ada hadis spesifik yang berbunyi bahwa berhubungan intim di malam Jumat akan mendapat pahala setara membunuh sekian banyak orang kafir.
Fakta Hukumnya: Para ulama menegaskan bahwa hadis dengan redaksi seperti itu tidak memiliki asal-usul yang jelas (palsu atau sangat lemah). Jadi, mengkhususkan malam Jumat dengan keyakinan ada pahala spesifik yang luar biasa besar seperti dalam anggapan populer tersebut adalah kekeliruan.
Baca Juga: Euforia Piala Dunia 2026 Menggila di Indonesia: Tradisi Nobar hingga Berburu Tiket Final!
2. Adakah Anjuran Menikmati Hubungan Intim di Hari/Malam Jumat?
Meski hadis populer di atas tidak valid, bukan berarti tidak ada anjuran sama sekali. Para ulama (termasuk dalam Mazhab Syafi'i) menyebutkan bahwa berhubungan intim di hari Jumat (bisa malamnya atau siang harinya sebelum berangkat salat Jumat) adalah hal yang baik (sunah muakkadah).
Dasarnya adalah hadis sahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim berikut:
"Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat seperti mandi janabah, kemudian dia pergi (ke masjid), maka seakan-akan dia berkurban dengan seekor unta..."
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Cristiano Ronaldo Disebut Bakal Jadi Penghambat Laju Timnas Portugal!
Para ulama menjelaskan bahwa salah satu cara agar seseorang bisa mandi janabah (mandi wajib) di hari Jumat adalah dengan melakukan hubungan suami istri terlebih dahulu. Manfaat sekundernya:
- Menjaga pandangan suami dalam perjalanan menuju masjid.
- Membuat pikiran lebih tenang dan fokus beribadah di hari raya mingguan umat Islam.
3. Tradisi Malam Jumat yang Sebenarnya Dianjurkan
Islam pada dasarnya memandang hubungan intim pasutri sebagai ibadah dan sedekah kapan pun itu dilakukan, tidak terbatas pada malam Jumat saja. Justru, malam Jumat memiliki keutamaan besar yang sebaiknya diisi dengan berbagai ibadah utama lainnya.
Baca Juga: Dikalahkan Timnas Australia U-19, Timnas Indonesia U-19 Gagal ke Final Piala AFF 2026
Berikut adalah beberapa amalan malam Jumat yang memiliki dalil kuat:
- Membaca Surah Al-Kahfi: Membaca surah ini di malam atau hari Jumat akan memberikan pancaran cahaya bagi pembacanya di antara dua Jumat.
- Memperbanyak Salawat: Rasulullah SAW bersabda, "Perbanyaklah salawat kepadaku pada hari Jumat dan malam Jumat."
- Berdoa di Waktu Mustajab: Hari Jumat memuat waktu-waktu yang sangat makbul untuk memanjatkan doa.
Baca Juga: Waspadai Penyebab Kematian Tertinggi Pada Ibu Hamil
Kesimpulan
Berhubungan intim bagi pasutri di malam Jumat tetap bernilai ibadah dan bernilai pahala, sama seperti di malam-malam lainnya. Jika dilakukan dengan niat menjaga kesucian diri dan menyenangkan pasangan, hal itu sangat baik. Namun, jangan sampai mengabaikan amalan-amalan utama lainnya seperti membaca Al-Qur'an, bersalawat, dan memperbanyak doa di malam yang mulia ini. (*)
Editor : Farid Mahliyannor