Radarsampit.jawapos.com - Membedakan beras asli dan beras palsu (sering disebut beras sintetis atau beras plastik) sangat penting untuk menjaga kesehatan. Berikut adalah beberapa metode praktis yang bisa Anda lakukan di rumah:
1. Uji Air (Metode Rendam)
Ini adalah cara yang paling sederhana dan umum dilakukan.
- Caranya: Masukkan segenggam beras ke dalam gelas berisi air, lalu aduk perlahan.
- Beras Asli: Sebagian besar akan tenggelam ke dasar gelas.
- Beras Palsu: Sebagian besar beras akan mengapung di permukaan air karena terbuat dari bahan plastik atau polimer yang massa jenisnya lebih ringan dari air.
Baca Juga: Wakapolda Kalteng: Sekali Oknum Melanggar, Nama Institusi Ikut Tercoreng
2. Uji Bakar
Metode ini memanfaatkan sifat plastik yang akan meleleh saat terkena panas.
- Caranya: Ambil beberapa butir beras dan bakar menggunakan korek api atau pemantik.
- Beras Asli: Akan mengeluarkan aroma seperti nasi yang dibakar, warnanya menjadi gosong (hitam), dan hancur menjadi abu.
- Beras Palsu: Akan mengeluarkan aroma seperti plastik terbakar, meleleh, dan mungkin mengeluarkan tetesan plastik yang mengeras saat dingin.
3. Uji Tekstur dan Bentuk
Perhatikan kondisi fisik beras sebelum dimasak.
- Beras Asli: Memiliki bentuk yang tidak seragam (ada yang agak patah, ukurannya berbeda sedikit), memiliki tekstur yang tidak terlalu halus, dan ada bagian embrio (titik putih kecil) di ujung bulir beras.
- Beras Palsu: Cenderung memiliki bentuk yang sangat seragam, ukuran yang sangat presisi (seperti buatan mesin cetakan), permukaannya sangat licin/mengkilap, dan tidak memiliki bagian embrio.
Baca Juga: Antisipasi Kejahatan di Palangka Raya, Polisi Intensifkan Patroli ke Toko Emas
4. Uji Perebusan
Lihat perubahan fisik setelah beras dimasak menjadi nasi.
- Beras Asli: Nasi akan beraroma wangi nasi segar, teksturnya lembut, dan jika disimpan beberapa hari akan basi (berlendir atau berjamur).
- Beras Palsu: Nasi terasa sangat keras atau kenyal (seperti karet), tidak berbau nasi, dan yang paling mencurigakan adalah tidak membusuk meski dibiarkan dalam waktu lama (karena plastik tidak bisa diurai oleh bakteri pembusuk).
5. Uji Kapasitas Penyerapan
- Caranya: Masukkan beras ke dalam wadah dan beri sedikit minyak.
- Beras Asli: Biasanya akan menyerap minyak atau sedikit berubah tekstur karena kandungan patinya.
- Beras Palsu: Karena terbuat dari polimer, ia tidak akan bereaksi terhadap minyak dan tetap terlihat licin seperti sedia kala.
Baca Juga: Uji Coba Motor Berujung Petaka, Ibu dan Anak di Sampit Jadi Korban
Tips Tambahan
- Perhatikan Harga: Jika harga yang ditawarkan jauh di bawah harga pasar secara tidak wajar, berhati-hatilah.
- Beli di Tempat Terpercaya: Sebisa mungkin membeli beras di toko sembako langganan, minimarket resmi, atau pasar yang memiliki pengawasan ketat.
- Perhatikan Kemasan: Beras asli yang berkualitas biasanya memiliki label, informasi gizi, dan keterangan produsen yang jelas pada kemasannya.
Jika Anda merasa telah membeli beras yang mencurigakan, jangan dikonsumsi dan segera laporkan kepada pihak berwenang atau dinas perdagangan setempat untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Apakah Anda saat ini sedang memiliki beras yang membuat Anda curiga dengan kualitasnya?
Editor : Farid Mahliyannor