Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Bukan Jaminan! Ini Alasan Medis Mengapa Pria Kekar Belum Tentu Kuat di Ranjang

Farid Mahliyannor • Rabu, 10 Juni 2026 | 12:00 WIB
ilustrasi pria kekar stamina sehat
ilustrasi pria kekar stamina sehat

 

Radarsampit.jawapos.com - Ungkapan "pria kekar belum tentu kuat di ranjang" secara medis dan faktual memang 100% benar. Ukuran otot atau penampilan fisik luar seseorang tidak menjadi jaminan langsung terhadap performa seksual atau stamina di ranjang.

Berikut adalah beberapa alasan ilmiah dan psikologis mengapa hal itu terjadi:

1. Massa Otot vs. Stamina Seksual

Memiliki otot yang besar (hipertrofi) berasal dari latihan beban yang fokus pada kekuatan jangka pendek dan pembentukan estetika. Sementara itu, "daya tahan" di ranjang lebih banyak dipengaruhi oleh stamina kardiovaskular (kesehatan jantung dan pembuluh darah) serta kontrol otot panggul (pelvic floor muscles).

Seorang pria yang bertubuh biasa saja tetapi memiliki fungsi kardiovaskular yang sangat baik (seperti pelari atau pesepeda) sering kali memiliki daya tahan yang lebih baik.

Baca Juga: Pasutri Baru Wajib Tahu! Ini 5 Cara Ampuh Biar Cepat Dapat Momongan Menurut Medis

2. Pengaruh Hormon dan Suplemen

Banyak pria kekar yang menggunakan suplemen tertentu atau bahkan steroid anabolik untuk mempercepat pembentukan otot. Ironisnya, penggunaan steroid dapat:

3. Kelelahan Fisik (Overtraining)

Latihan fisik yang terlalu berat dan ekstrem untuk mempertahankan bentuk tubuh kekar bisa menguras energi secara drastis. Ketika tubuh mengalami overtraining, tingkat hormon stres (kortisol) akan meningkat, yang secara otomatis dapat menurunkan gairah seksual dan performa karena tubuh terlalu lelah untuk memulihkan diri.

Baca Juga: Pimpinan Kanwil Ditjenpas Kalteng Berganti. Tukar Posisi, Kalteng-Papua Barat

4. Faktor Psikologis dan Kecemasan

Performa di ranjang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada di dalam pikiran. Pria yang sangat fokus pada penampilan fisik terkadang mengalami performance anxiety (kecemasan akan performa). Ketakutan untuk tidak bisa memuaskan pasangan atau terlalu mengkhawatirkan citra tubuh justru bisa memicu ejakulasi dini atau kesulitan mempertahankan ereksi.

Kesimpulannya: Kesehatan seksual melibatkan kombinasi kompleks antara sirkulasi darah yang lancar, keseimbangan hormon, kesehatan mental yang rileks, dan komunikasi yang baik dengan pasangan bukan seberapa besar ukuran bisep atau dada seseorang. (*)

Editor : Farid Mahliyannor
#pria kekar #otot besar #stamina #bodi besar #kesehatan