radarsampit.jawapos.com-Banyak mitos soal kehamilan yang masih beredar di masyarakat.Salah satunya anggapan, perempuan bisa hamil hanya karena berenang di kolam renang yang sama dengan kaum pria.
Ada juga yang percaya, sperma di air kolam bisa masuk ke tubuh perempuan lalu menyebabkan kehamilan. Tapi, benarkah hal itu bisa terjadi?
Berikut pembahasannya, secara medis, kehamilan hanya bisa terjadi jika sperma berhasil membuahi sel telur melalui hubungan seksual atau prosedur tertentu seperti inseminasi buatan.
Sperma membutuhkan kondisi yang sangat spesifik agar bisa bertahan hidup dan bergerak menuju sel telur.
Saat berada di kolam renang, peluang sperma bertahan hidup sangat kecil. Air kolam biasanya mengandung klorin dan bahan kimia lain yang justru dapat merusak sperma dengan cepat.
Selain itu, sperma yang bercampur dengan air akan langsung menyebar sehingga mustahil bergerak menuju organ reproduksi perempuan.
Banyak orang salah paham karena mengira sperma bisa “berenang” bebas di air kolam.
Baca Juga: Kolam Pemandian di Pangkalan Bun Ramai Pengunjung saat Libur Lebaran
Padahal, kemampuan sperma bergerak sangat terbatas dan membutuhkan cairan tertentu agar tetap hidup. Jadi, hanya berenang bersama atau berada di satu kolam tidak akan membuat seseorang hamil.
Meski begitu, penting dipahami bahwa kehamilan tetap bisa terjadi jika ada aktivitas seksual di dalam atau sekitar kolam renang. Air tidak mencegah terjadinya pembuahan apabila memang ada kontak seksual yang memungkinkan sperma masuk ke vagina.
Selain soal kehamilan, kebersihan kolam renang juga tetap perlu diperhatikan. Kolam yang kotor bisa meningkatkan risiko iritasi kulit, infeksi jamur, hingga gangguan kesehatan lainnya. Karena itu, pilih kolam renang yang terawat dan bersih agar aktivitas berenang tetap aman dan nyaman.
Jadi, tidak perlu panik atau percaya rumor aneh soal berenang bikin hamil. Selama tidak ada hubungan seksual atau proses pembuahan yang terjadi, berenang di kolam umum tidak akan menyebabkan kehamilan.(jpc)