Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Dari Hobi Jadi Cuan! Tren Terrarium di Sampit Berpeluang Tembus Pasar Ekspor

Slamet Harmoko • Rabu, 29 April 2026 | 12:43 WIB
Warga di Sampit antusias mengikuti workshop terrarium yang digelar Borneo Aquatic, Minggu (26/4/2026). ANTARA
Warga di Sampit antusias mengikuti workshop terrarium yang digelar Borneo Aquatic, Minggu (26/4/2026). ANTARA

Radarsampit.jawapos.com - Tren terrarium mulai menjamur di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.

Tak sekadar menjadi sarana melepas penat, hobi merangkai taman mini ini kini membuka peluang ekonomi menjanjikan, bahkan hingga pasar internasional.

Terrarium sendiri merupakan seni menata tanaman, mikroorganisme, dan mineral dalam wadah kaca atau plastik transparan yang menciptakan ekosistem mini, seperti hutan hujan atau padang rumput.

Di tengah kesibukan dan tekanan aktivitas sehari-hari, hobi ini menjadi alternatif relaksasi yang sederhana namun bermakna bagi masyarakat.

Salah satu peserta workshop, Ade Risma, mengaku awalnya hanya penasaran saat diajak teman. Namun pengalaman tersebut justru mengubah cara pandangnya terhadap tanaman di sekitar.

“Awalnya tahu dari teman. Saya tertarik karena belum pernah coba dan memang suka lihat yang hijau-hijau seperti taman,” ujarnya, Selasa (29/4/2026).

Selama workshop, peserta diajarkan proses pembuatan terrarium secara detail, mulai dari penyusunan batu sebagai drainase, penggunaan kain penyaring, arang, hingga media tanam untuk menciptakan lanskap alami yang estetis.

Bagi Ade, aktivitas ini bukan hanya menambah keterampilan, tetapi juga memberikan efek menenangkan secara emosional. Ia bahkan mulai melihat potensi ekonomi dari tanaman lokal yang sebelumnya dianggap biasa.

“Kegiatan ini sangat menyenangkan. Saya dapat ilmu baru dan ternyata tanaman endemik di sekitar kita punya nilai jual tinggi,” katanya.

Sementara itu, penyelenggara workshop dari Borneo Aquatic, Mutia Yuliza, menjelaskan bahwa terrarium menjadi solusi praktis menghadirkan nuansa alam tanpa perawatan rumit. Selain itu, terrarium juga memiliki manfaat psikologis karena dapat membantu meredakan stres.

“Karena hutan penghasil oksigen terbesar. Salah satu cara sederhana menghadirkan manfaat itu ya melalui terrarium,” jelasnya.

Lebih jauh, Mutia mengungkapkan bahwa hobi ini berpotensi besar menjadi usaha. Tanaman seperti lumut, pakis, hingga jenis endemik Kalimantan seperti Bucephalandra memiliki nilai jual tinggi dan diminati pasar global.

Borneo Aquatic sendiri telah menembus pasar internasional dengan mengekspor tanaman hias ke Asia Tenggara, Afrika, Amerika Serikat, hingga Eropa. Usaha tersebut berawal dari hobi pendirinya, Erwin Syahputra, yang menekuni dunia tanaman sejak 2003.

Untuk menjaga keberlanjutan, pengembangan tanaman dilakukan melalui budidaya modern seperti kultur jaringan, tidak hanya mengandalkan hasil alam liar.

Meski potensinya besar, minat masyarakat lokal terhadap terrarium masih tergolong rendah. Ironisnya, permintaan justru datang dari negara-negara tanpa hutan tropis yang ingin menghadirkan suasana alam ke dalam ruang hidup mereka.

“Orang luar tidak punya hutan seperti kita, jadi mereka ingin membawa suasana itu ke rumah mereka,” tambah Mutia.

Melalui workshop ini, penyelenggara berharap masyarakat mulai melirik terrarium bukan hanya sebagai hobi, tetapi juga peluang bisnis yang menjanjikan, khususnya dalam pengembangan dan ekspor tanaman lokal. (ant)

Editor : Slamet Harmoko
#Terrarium #Pasar Ekspor #cuan #sampit #kotim