Suara Dentuman Misterius Mirip Guntur, Terdengar dari Langit Kotim

Agus Jaka Purnama • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:09 WIB
Nampak sebuah objek direkam warga di Sampit, meluncur dari atas yang diduga asal suara gemuruh seperti guntur yang terdengar pada Minggu (18/10) jelang malam hari. (istimewa)
Nampak sebuah objek direkam warga di Sampit, meluncur dari atas yang diduga asal suara gemuruh seperti guntur yang terdengar pada Minggu (18/10) jelang malam hari. (istimewa)

SAMPIT- Minggu menjelang malam, 18 Oktober 2026, sekitar pukul 17.40 WIB, sebagian warga di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendegar suara dentuman gemuruh seperti guntur di langit, dengan durasi beberapa detik.

Hadi, salah satu warga mengungkapkan, suara yang didengarnya seperti guntur ketika akan turun hujan. “ Mirip suara guntur, mungkin hujan akan turun,” ungkapnya.

Suara seperti getaran itu nampaknya dirasakan di beberapa kecamatan, antara lain Kecamatan Cempaga Hulu, Telawang, Mentawa Baru (MB) Ketapang, dan Baamang dan seputaran Kota Sampit.

Selain itu, ada pula warga yang mengira ada sesuatu yang mengenai atap rumah. Seperti diungkapkan Robi. “Saya kira ada sesuatu di atap, karena ada rasa getaran, walaupun sebentar,” paparnya.

 

Di samping itu, ada pula sebagian warga sempat mengabadikan momen di langit Sampit berupa benda yang nampak jatuh dari langit melewati awan. Bahkan ada yang menduga benda itu semacam meteor atau sampah dari luar angkasa yang melintas.

Sementara itu, pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotim melalui Prakirawan Ibnu Hasan Ali menyatakan bahwa pihak mereka masih melakukan penelusuran dan analisis lebih lanjut. Belum ada kesimpulan pasti apakah suara tersebut berasal dari meteor, sampah antariksaatau fenomena lainnya.

Namun, ketika  Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengunjungi lokasi karhutla di Sampit (Kotim) Sabtu (17/10) malam, dirinya mengungkapkan rencana uji coba penggunaan dry ice atau es kering untuk membantu mengatasi kabut asap di Kalimantan Tengah (Kalteng). Sasaran awal operasi itu dengan membuka kembali akses penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya.

Kendati demikian, belum diketahui pasti kapan ujicoba itu dilaksanakan, khususnya di wilayah udara Kalteng, dan apakah ketika dilaksanakan akan menimbulkan reaksi di atmosfer atau awan, sehingga menimbulkan dampak suara gemuruh seperti akan turun hujan.(gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
gemuruh dentuman SUARA guntur misterius