Air Sampit Terasa Payau, Tak Layak Konsumsi. Kasus Diare Ikut Melonjak!

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:34 WIB

 

SUNGAI: Kapal wisata melintas di alur Sungai Mentaya, Sampit, Kotawaringin Timur. Dok. YUNI/RADAR SAMPIT
ILUSTRASI: Kapal wisata melintas di alur Sungai Mentaya, Sampit, Kotawaringin Timur. Dok. YUNI/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com - Kasus diare di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami kenaikan signifikan di tengah fenomena air payau yang melanda wilayah Sampit.

Data dari 21 puskesmas mencatat jumlah penderita melonjak dari 261 kasus pada minggu ke-39 menjadi 315 kasus pada minggu ke-40.

Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi, menduga lonjakan gangguan pencernaan tersebut berkaitan erat dengan konsumsi air payau oleh masyarakat selama musim kemarau, kendati kepastian penyebabnya masih membutuhkan pemeriksaan lanjutan.

Baca Juga: Diisi 326 Murid Sekolah Rakyat Terintegrasi Kotim gelar Open House,

“Memang dari diare juga ada peningkatan. Ini mungkin ada kaitan dengan air asin, air payau itu sendiri,” ujar Umar.

Umar menegaskan bahwa air PDAM yang telah terpengaruh intrusi air laut sebaiknya tidak dikonsumsi untuk minum maupun memasak. Air tersebut hanya aman dimanfaatkan untuk kebutuhan mencuci serta mandi.

Untuk kebutuhan konsumsi harian, warga disarankan beralih ke air isi ulang dari sumber yang teruji kelayakannya. Umar merekomendasikan pasokan air isi ulang asal Rubung Buyung, Kecamatan Cempaga Hulu, yang bersumber dari sumur bor air tanah dalam.

Baca Juga: Bongkar Kasus Sabu di Hanau, 14 Polisi Seruyan Dapat Penghargaan

"Air dari Rubung Buyung lebih aman karena bersumber dari air bawah tanah atau sumur bor. Kami sudah melakukan uji laboratorium dan hasilnya menunjukkan pH air di sana berada di angka 7,2, jadi itu layak untuk dikonsumsi," kata Umar.

Selain ancaman diare, Dinkes Kotim juga mengingatkan bahaya konsumsi air berkadar garam tinggi bagi penderita penyakit penyerta (komorbid), khususnya hipertensi.

Baca Juga: Warga Melihat Bayangan Hitam di Kebun, Ternyata Orangutan Terluka

“Bagi masyarakat yang memang ada komorbid hipertensi, agar selalu konseling ke puskesmas terdekat. Sehingga hipertensi bisa terkendali dengan cara minum obat setiap hari,” tuturnya.

Umar berharap krisis air bersih di Sampit dapat segera teratasi, salah satunya dengan mendatangkan pasokan air dari wilayah yang bebas dari intrusi air asin. (yn/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
intrusi air laut Air payau sungai mentaya tak layak konsumsi diare