Kunjungan Ditunda, Wabup Kotim Berharap Menhut Tinjau Lokasi Karhutla yang Sulit Dijangkau

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:31 WIB

 

Wakil Bupati Kotim Irawati
Wakil Bupati Kotim Irawati

 
SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kunjungan Menteri Kehutanan (Menhut) RI Raja Juli Antoni ke Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang dijadwalkan Rabu (14/10) ditunda.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim masih menunggu kepastian jadwal kunjungan berikutnya, dengan harapan peninjauan langsung menyasar lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ysng sulit ditangani melalui jalur darat.

Wakil Bupati Kotim Irawati mengatakan, dirinya telah menerima penjelasan dari Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Hubungan Antarlembaga, Fahrizal Fitri, terkait perubahan jadwal tersebut.

Menurut informasi yang diterimanya, kunjungan itu bukan dibatalkan, melainkan diundur karena ada kegiatan rapat koordinasi di Pangkalan Bun yang tidak bisa ditunda.

”Saya sudah dihubungi oleh staf ahli Kemenhut, Bapak Fahrizal Fitri, yang dulunya Sekda Provinsi Kalimantan Tengah. Beliau menyampaikan bukan batal, tetapi mengundur karena ada kegiatan rakor yang tidak bisa ditunda di Pangkalan Bun,” kata Irawati saat diwawancarai Radar Sampit, Rabu (14/10) pagi.

Dia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, Menteri Kehutanan nantinya juga akan kembali melalui Banjarmasin dan harus kembali lagi ke Sampit. Pada kesempatan tersebut, Menhut direncanakan meninjau langsung wilayah terdampak karhutla di Kotim.

Irawati juga mnedapat informasi mengenai rencana kedatangan Menko Polhukam ke Kalimantan Tengah, tetapi belum mengetahui apakah pejabat tersebut juga akan berkunjung ke Kotim.

Terkait lokasi peninjauan, Irawati menyebutkan, pemerintah daerah telah mengajukan sejumlah titik yang dinilai mewakili kondisi karhutla di lapangan. Lokasi tersebut meliputi kawasan hutan di Desa Camba, Kecamatan Seranau, Kecamatan Pulau Hanaut, serta titik yang lebih dekat dengan pusat kota, yakni Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang.

Salah satu lokasi yang diusulkan berada di kawasan konsesi perusahaan yang kini telah beralih ke Agrinas.

”Lokasi sudah kami ajukan, tinggal beliau nanti memilih di mana yang akan dikunjungi. Ada lokasi yang memang harusbbeliau datangi, yang benar-benar nyata di lapangan dan merupakan kawasan hutan,” ujarnya.

Namun, Irawati berharap peninjauan tidak sekadar melihat lokasi kebakaran yang mudah dijangkau. Dia meminta Menteri Kehutanan melihat langsung wilayah yang membutuhkan penanganan lebih serius, terutama titik-titik yang tidak memungkinkan dipadamkan hanya dengan nmengandalkan satgas darat.

Menurutnya, pemadaman melalui udara masih sangat dibutuhkan. Sementara itu, operasi water bombing yang selama ini menjadi salah satu upaya pemadaman terkendala jarak pandang, sehingga pesawat tidak bisa terbang. Karena itu, dia berharap ada solusi atau alternatif penanganan dari udara agar kebakaran yang sulit dijangkau bisa segera diatasi.

”Kami dari pemerintah daerah tentunya bermohon agar beliau datang langsung ke tempat yang benar-benar tepat. Beliau bisa melihat bagaimana penanganan karhutla yang tidak bisa dilakukan oleh satgas darat, tetapi harus dibantu melalui udara,” tegasnya.

Irawati menggambarkan, upaya pemadaman di lapangan saat ini tidak mudah. Selain kekeringan yang menyebabkan sumber air sulit ditemukan, medan menuju lokasi kebakaran juga berat.

Petugas dan relawan harus menggunakan sepeda motor untuk mencapai titik tertentu, bahkan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki karena tidak tersedia akses jalan yang memadai.

Keterbatasan air turut menjadi persoalan bagi personel yang bertugas. Irawati menyebut, dalam kondisi tertentu, relawan harus bertahan dengan persediaan air minum seadanya, bahkan mencari air yang tersedia di tanah untuk diminum.

”Kita juga kewalahan. Kondisinya kekeringan, air tidak ada, medannya luar biasa. Mereka harus mengendarai motor tidak ada jalan, kemudian berjalan kaki. Minum seadanya, mencari air yang ada di tanah itulah yang diminum. Itulah keadaan Kabupaten Kotawaringin Timur,” ungkapnya.

Karena itu, Irawati berharap kunjungan Menteri Kehutanan nantinya tidak hanya berfokus psada pertemuan dengan jajaran pemerintah daerah. Dia ingin menteri melihat langsung perjuangan relawan dan masyarakat yang berjibaku memadamkan api di tengah keterbatasan akses, air, serta dukungan pemadaman dari udara.

”Tentunya saya ingin Menteri Kehutanan datang menemui relawan kami, menemui masyarakat kami. Tidak perlu kami yang ditemui,” pungkasnya. (yn)

Editor : Slamet Harmoko
Menhut wabup kotim raja juli antoni irawati