Dikritik Soal Karhutla, Menhut Raja Juli Tegaskan Terus Bekerja

Dodi Abdul Qadir • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:02 WIB
Sekelompok pemuda ketika menyampaikan aspirasi mereka, ketika Menhut kembali datang ke Kalteng, Senin (12/10) malam.(dodi/radarsampit)
Sekelompok pemuda ketika menyampaikan aspirasi mereka, ketika Menhut kembali datang ke Kalteng, Senin (12/10) malam.(dodi/radarsampit)

PALANGKA RAYA –radarsampit.jawapos.com-Kabut asap karhutla di Kalteng, memantik sejumlah pemuda yang menggelar aksi demo di depan Swiss-Belhotel Danum, Jalan Tjilik Riwut Km 5, Palangka Raya, Senin (12/10) malam.

Desakan itu muncul lantaran penanganan karhutla dinilai belum menunjukkan hasil konkret, meski Menteri Kehutanan beberapa kali datang ke Kalteng.

Juru bicara massa aksi, Afan Safrian, mengatakan, kedatangan mereka didasari informasi bahwa Raja Juli Antoni menginap di lokasi itu. Mereka ingin menyampaikan langsung kekecewaan sekaligus mendesak pemerintah lebih serius menangani kebakaran dan kabut asap yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi terkait kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya,” ujarnya.

Afan menilai, masyarakat membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar kunjungan pejabat. Menurut dia, dampak karhutla dirasakan langsung warga, mulai gangguan aktivitas harian hingga ancaman kesehatan akibat kabut asap.

“Kami kecewa. Berulang kali Menteri Kehutanan datang ke Kalteng, tetapi belum ada hasil konkret dari pemerintah pusat terkait penanganan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah ini,” tegasnya.

Massa bahkan meminta Raja Juli mempertimbangkan mundur dari jabatannya apabila dinilai tidak mampu menjalankan tugas secara optimal. Mereka menilai masyarakat berhak mengevaluasi kinerja pejabat yang bertanggung jawab di bidang kehutanan.

Baca Juga: Menhut Berkunjung di Kotim, Wabup Minta Tambah Waktu Tinjau Titik Karhutla

Afan menyebut, aksi tersebut bukan akhir dari penyampaian aspirasi. Massa berencana kembali mencari informasi mengenai keberadaan Raja Juli untuk menyampaikan tuntutan secara langsung.

Menanggapi desakan tersebut, Raja Juli memilih menegaskan bahwa dirinya sedang bekerja menangani persoalan karhutla di lapangan.

“Ya, saya saat ini bekerja, ya. Melihat kegiatan orang-orang di lokasi,” jawab Raja Juli saat ditemui ketika mengunjungi kawasan Taman Nasional Sebangau, Selasa (13/10).

Dia mengakui situasi di lapangan tidak mudah. Berbagai kritik dan evaluasi masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui media sosial, menjadi masukan untuk meningkatkan keseriusan penanganan karhutla.

“Kritik, saran, evaluasi, bahkan kritik pedas sekalipun, kami dengar dan kami endapkan untuk menjadi motivasi agar kami bergerak lebih serius lagi dalam mengatasi persoalan ini,” tegasnya.

Raja Juli  juga menyampaikan terkait penanganan satwa dilindungi dan areal konservasi yang terdampak karhutla. Menurutnya Kementerian Kehutanan sejak awal penanganan karhutla telah berkoordinasi dengan komunitas pecinta satwa serta lembaga yang memiliki fasilitas penangkaran dan rehabilitasi satwa, termasuk Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF).

Langkah antisipasi disiapkan untuk menghadapi kemungkinan satwa terdampak kebakaran.Di antaranya meningkatkan patroli, menyiapkan obat bius untuk kebutuhan evakuasi satwa, serta menyediakan oksigen dan nebulizer untuk membantu orang utan yang mengalami gangguan pernapasan akibat asap.

Pusat rehabilitasi satwa juga mendapat perhatian. Peralatan pemadam kebakaran disiapkan untuk mengantisipasi api mendekati kawasan tersebut.

Raja Juli juga mengatakan, pemerintah telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut. Hasil rapat pada malam sebelumnya menunjukkan api belum memasuki wilayah inti.

Kondisi itu membuat petugas berupaya mengejar bagian depan atau “kepala api” yang bergerak menuju kawasan tersebut.

“Alhamdulillahnya belum masuk wilayah inti, dan oleh karena itu kita usahakan untuk mengejar kepala api yang ada di yang mengarah ke zona inti, agar nanti tidak melebar ke zona inti,” tegasnya.

Upaya pemadaman melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, Kementerian Kehutanan, BPBD, pemerintah daerah hingga relawan.

Raja Juli mengatakan luasan lahan yang terbakar dan mengarah ke zona inti masih dalam proses penghitungan. Data tersebut nantinya akan disampaikan secara transparan kepada publik.(daq/ktr-4/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
bekerja konservasi menhut raja juli antoni menteri kehutanan karhutla