Dari Sore hingga Dini Hari, Kebakaran Lahan Menggila di Eka Bahurui

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:00 WIB
Kebakaran lahan di wilayah Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Selasa dini hari (14/10/2026). (Damkar Sektor Eka Bahurui/Radar Sampit)
Kebakaran lahan di wilayah Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Selasa dini hari (14/10/2026). (Damkar Sektor Eka Bahurui/Radar Sampit) 

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran lahan berulang kali dilaporkan terjadi di Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), sejak Senin (12/10/2026) sore hingga Selasa dini hari (13/10/2026). Petugas pemadam kebakaran beberapa kali dikerahkan untuk menangani api yang muncul di kawasan tersebut.

Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim, laporan pertama diterima pada Senin pukul 14.52 WIB. Petugas melakukan penanganan hingga operasi dinyatakan selesai pukul 16.32 WIB.

Namun, kebakaran kembali dilaporkan pada malam harinya. Informasi diterima pukul 19.07 WIB dari Kepala Desa Eka Bahurui. Petugas tiba di lokasi pukul 19.39 WIB dan menyelesaikan pemadaman pada pukul 21.34 WIB.

Dalam laporan petugas, api disebut kembali menyala setelah sebelumnya dipadamkan pada sore hari. Petugas menangani sejumlah titik api, melakukan pendinginan di sekitar lahan, serta membuat penyekatan untuk membantu membatasi penyebaran api.

Laporan kebakaran berikutnya masuk pukul 22.12 WIB dari warga bernama Memet. Regu pemadam tiba di lokasi pukul 22.31 WIB dan mulai melakukan penanganan pukul 22.33 WIB. Operasi tersebut selesai pukul 22.59 WIB.

Kebakaran kembali dilaporkan pada Selasa dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Kali ini, api membakar lahan kosong dan semak belukar di belakang Pos Sektor Damkar Eka Bahurui, Jalan HM Arsyad.

Petugas menangani kebakaran tersebut hingga pukul 04.00 WIB. Luas lahan yang terbakar ditaksir sekitar dua hektare.

Rentetan laporan itu membuat petugas harus menangani kebakaran di kawasan Eka Bahurui dari sore hingga dini hari. Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah seluruh laporan merujuk pada titik kebakaran berbeda atau sebagian merupakan kejadian berulang di area yang sama.

Eka Bahurui sebelumnya juga mengalami kebakaran hutan dan lahan berkepanjangan pada Juli 2026. Saat itu, proses pemadaman menghadapi kendala karena api dapat bertahan dan merambat di lapisan bawah lahan gambut.

Hingga berita ini disusun, penyebab kebakaran terbaru dan total luas lahan yang terdampak belum diketahui. Keterkaitan antara kejadian sore, malam, dan dini hari juga masih memerlukan konfirmasi petugas di lapangan. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
eka baharui karhutla kebakaran lahan