SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Insiden dugaan penembakan terjadi di sekitar perkebunan PT Agro Wana Lestari (AWL), Desa Tumbang Kaminting, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng pada 9 Oktober 2026 dini hari.
Sudianto, warga setempat, mengaku ditembaki saat menjaga pondok kebunnya. Namun, perusahaan menyebut justru warga dahulu melepaskan empat tembakan ke arah tim patroli sebelum personel Brimob BKO membalas dengan tiga tembakan peringatan ke udara.
Sudianto mengatakan kejadian berlangsung sekitar pukul 03.00 WIB di kawasan Km 05 Jalan Eks Mentaya Kalang. Saat itu, ia mengaku sedang tidur sekaligus menjaga kebun miliknya ketika melihat cahaya senter mengarah ke pondok.
Ia menyebut telah beberapa kali memanggil orang-orang yang berada di sekitar lokasi untuk menanyakan identitas mereka. Namun, menurut pengakuannya, tidak ada jawaban.
“Saya sempat berteriak, ‘Siapa itu di sana?’ Namun, mereka tidak menjawab. Karena situasi saat itu membuat saya takut, saya melepaskan tembakan peringatan ke udara menggunakan senapan angin,” ungkap Sudianto.
Menurutnya, tembakan peringatan itu kemudian dibalas dengan tembakan yang diarahkan kepadanya.
“Setelah saya menembak ke udara sebagai peringatan, tim sekuriti bersama aparat justru melepaskan tembakan yang mengarah ke saya. Puji Tuhan, tembakan itu tidak mengenai saya,” katanya.
Sementara itu, Humas PT AWL, Susi Darkoni, menyampaikan versi berbeda. Ia mengatakan tim keamanan perusahaan bersama personel BKO sedang berpatroli di wilayah Kembiting Estate sekitar pukul 03.00 WIB dan menemukan buah sawit berserakan di areal perusahaan.
“Tim keamanan beserta dengan tim BKO melaksanakan patroli di areal wilayah Kembiting Estate PT AWL. Begitu tim patroli melaksanakan kegiatan di situ, ditemukan indikasi ada buah yang berserakan di areal itu,” ujar Susi saat dikonfirmasi.
Menurut Darkoni, tim patroli kemudian mengamankan buah sawit tersebut. Pada saat bersamaan, sejumlah orang dari luar batas parit disebut berteriak menanyakan siapa yang berada di lokasi.
Berdasarkan keterangan tim patroli yang diterima perusahaan, salah seorang dari kelompok warga kemudian mengarahkan senapan angin jenis PCP ke arah petugas dan melepaskan tembakan.
“Nah, kemudian mereka menembakkan senjata itu ke arah tim patroli. Kurang lebih empat kali penembakan,” kata Darkoni
Ia membantah personel BKO menembak langsung ke arah warga. Menurutnya, personel tersebut melepaskan tiga tembakan peringatan ke udara setelah tim patroli merasa ditembaki.
“Tim BKO karena merasa ditembaki dengan senapan jenis PCP, mereka memberikan tembakan peringatan ke atas, bukan mengarah ke warganya,” ujarnya.(ang)
Editor : Slamet Harmoko