SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Jalan Tjilik Riwut di ujung landasan pacu Bandara Haji Asan Sampit mulai ditutup dalam masa uji coba, Kamis (8/10/2026).
Pengalihan arus lalu lintas tersebut dilakukan selama empat hari hingga Minggu (11/10), sebelum Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menentukan pelaksanaan penutupan secara permanen.
Selama masa uji coba, pengalihan arus lalu lintas diberlakukan setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim juga menempatkan petugas di sejumlah titik untuk membantu mengarahkan pengguna jalan.
Kepala Dishub Kotim, Raihansyah, mengatakan evaluasi dilakukan setiap hari untuk melihat kondisi lalu lintas sekaligus mengidentifikasi kendala pada jalur pengalihan, termasuk kelengkapan rambu.
“Setiap hari akan kami adakan evaluasi di mana titik kurangnya, rambunya, atau apa pun yang berkaitan dengan kekurangannya. Itu akan menjadi bahan keputusan kami untuk melakukan penutupan total,” kata Raihansyah, Kamis (8/10/2026).
Penutupan Jalan Tjilik Riwut berkaitan dengan pembangunan pagar Runway End Safety Area (RESA) di kawasan Bandara Haji Asan Sampit.
Sejumlah jalur pengalihan telah disiapkan, yakni melalui Jalan Jaksa Agung Soeprapto dan Jalan Lingkar Utara, termasuk akses alternatif menuju Jalan Bengkirai.
Raihansyah mengatakan perubahan arus lalu lintas membutuhkan waktu bagi masyarakat untuk beradaptasi. Karena itu, petugas ditempatkan di sejumlah titik selama uji coba berlangsung.
Ia juga meminta masyarakat lebih berhati-hati karena sejumlah rambu pengalihan belum seluruhnya terpasang.
“Kami mengimbau kepada masyarakat Kotim yang akan melintas di jalan ini agar lebih berhati-hati karena ini belum terpasang rambu. Tapi kami tetap menempatkan petugas-petugas di titik-titik jalur akibat penutupan ini,” ujarnya.
Penutupan permanen direncanakan dilakukan dalam waktu dekat karena pembangunan pagar bandara ditargetkan selesai pada November 2026.
Pemotongan badan jalan untuk pembangunan pondasi pagar dijadwalkan mulai Senin setelah masa uji coba pengalihan arus selesai.
Raihansyah menuturkan, penutupan total akan mempertimbangkan hasil evaluasi selama masa uji coba dan kemampuan masyarakat beradaptasi dengan jalur pengalihan.
“Seandainya hasil evaluasi terpenuhi dan masyarakat sudah terbiasa, akan kami tutup total karena mengejar pembangunan pagar bandara. Hari Senin sudah terjadwal untuk cutting jalan karena mereka harus menyelesaikan target,” jelasnya.
Meski demikian, Dishub Kotim belum memastikan penutupan permanen langsung dilakukan pada Senin. Keputusan tersebut masih akan disesuaikan dengan kondisi pekerjaan pembangunan dan hasil evaluasi uji coba.
Raihansyah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang muncul akibat pengalihan arus lalu lintas.
Ia menegaskan penutupan jalan merupakan bagian dari rencana pengembangan Bandara Haji Asan Sampit yang telah lama direncanakan pemerintah daerah.
“Jangan berpikir bahwa ini adalah untuk kepentingan sesaat, tetapi ini untuk kepentingan Kotim untuk jangka panjangnya,” pungkasnya. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko