PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com- Asap tebal dan buruknya kualitas udara belum beranjak dari Kota Palangka Raya. Salah satu dampaknya, terjadi peningkatan warga yang mengeluhkan gangguan pernapasan.
Kondisi tersebut terjadi ketika penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di terus berlangsung.
Kepala Puskesmas Bukit Batu Hellyana mengatakan, dalam beberapa hari terakhir jumlah pasien dengan keluhan gangguan pernapasan mengalami peningkatan. “Ada lonjakan, warga yang mendatangi puskesmas lantaran terdampak karhutla,” ujarnya.
Ia membeberkan, keluhan yang paling banyak disampaikan pasien adalah sesak napas dan batuk. Kelompok yang cukup banyak terdampak merupakan anak-anak dan lansia. Pihaknya pun mengimbau, agar warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan, ibu hamil, anak-anak, serta warga lanjut usia, hindari keluar rumah. Apabila harus beraktivitas di luar ruangan, diminta menggunakan masker atau penutup wajah, untuk mengurangi paparan asap.
“Maka itu kami terus ingatkan menggunakan masker, konsumsi vitamin dan tidak beraktivitas di luar rumah jika tidak perlu,”tambah Hellyana.
Baca Juga: Langit Ibu Kota Kalteng masih Suram Diselimuti Kabut Asap Pekat
Terpisah, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya Heri Fauzi mengatakan, petugas masih melakukan penanganan karhutla di sejumlah lokasi, termasuk pembasahan pada titik-titik karhutla.
Berdasarkan data hingga Selasa (6/10/2026), tercatat 817 kejadian karhutla sejak Januari dengan total luasan lahan terbakar mencapai 1.401,90 hektare. Kasus terbanyak berada di wilayah Kecamatan Jekan Raya dan Pahandut.
Heri juga mengungkapkan, kondisi terkini di Palangka Raya cukup mengkhawatirkan. Jarak pandang menurun hingga di bawah 1 kilometer sehingga dapat membahayakan pengguna jalan.
Ia menilai, pekatnya asap yang menyelimuti kota juga tidak serta-merta berasal dari titik kebakaran di dalam wilayah Palangka Raya. “Arah angin memungkinkan asap dari daerah lain ikut terbawa masuk ke wilayah perkotaan. Posisi Kota Palangka Raya di tengah,” terangnya.
Disisi lain, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin juga mengakui sejumlah titik kebakaran masih ditemukan. Kondisi tersebut diperparah arah angin yang membawa asap menuju wilayah perkotaan.
Ia menegaskan, Pemerintah bersama Forkopimda dan BMKG terus membahas perkembangan situasi karhutla, termasuk kemungkinan memperpanjang status penanganan karhutla apabila kondisi masih membutuhkan penanganan lanjutan.
“Pemadaman terus kita lakukan. Sampai pagi, siang, sore, bahkan malam. Itu terus kita lakukan sampai berakhirnya karhutla,” tegas Fairid.
Menurut dia, penanganan karhutla tidak boleh hanya berorientasi pada pemadaman api. Dampak asap terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas harian, hingga roda perekonomian juga harus menjadi perhatian.
“Pemerintah memastikan upaya pemadaman dan pembasahan akan terus dilakukan. Harapannya, titik-titik karhutla segera terkendali sehingga asap yang kini menyelimuti Palangka Raya dapat berangsur hilang,”pungkas Fairid. (daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama