Nadalsyah disebut meninggal dunia di Jakarta. Kabar meninggalnya Nadalsyah beredar di kalangan keluarga dan kerabat. Pihak keluarga juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan almarhum semasa hidup.
"Atas nama keluarga ulun mmohon ampun maaf jika ada salah & khilaf beliau. Semoga salah dan khilaf diampuni, amal ibadah beliau diterima," demikian pesan yang beredar.
Kabar duka tersebut juga mendapat perhatian dari jajaran Partai Demokrat Kalimantan Tengah. Junaidi dari DPD Partai Demokrat Kalimantan Tengah turut menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Nadalsyah.
"Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan," tulis Junaidi.
Dua Periode Memimpin Barito Utara
Nadalsyah merupakan tokoh politik dan pengusaha asal Kalimantan Tengah. Ia dikenal luas setelah dipercaya memimpin Kabupaten Barito Utara selama dua periode.
Nadalsyah menjabat sebagai Bupati Barito Utara periode 2013–2018 dan kembali terpilih untuk periode 2018–2023.
Sebelum terjun ke dunia politik dan pemerintahan, Nadalsyah dikenal sebagai pengusaha. Perjalanan hidupnya disebut dimulai dari bawah.
Ia bahkan pernah bekerja sebagai tukang tambal ban sebelum kemudian membangun usaha dan memimpin perusahaan.
Nadalsyah lahir di Lemo, Barito Utara, pada 12 Maret 1965. Ia merupakan putra H. Anton Idris.
Pernah Maju di Pilgub Kalteng
Karier politik Nadalsyah tidak berhenti setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Bupati Barito Utara.
Pada Pilkada Kalimantan Tengah 2024, Nadalsyah maju sebagai calon Gubernur Kalimantan Tengah berpasangan dengan H. Supian Hadi.
Kepergian Nadalsyah meninggalkan duka bagi keluarga, kerabat, serta para kolega dan pendukungnya di Kalimantan Tengah.
Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, segala amal ibadahnya diterima, serta seluruh kesalahan dan kekhilafannya diampuni. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan. (*)
Editor : Slamet Harmoko