Ngerinya Karhutla di Tikungan S Jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama Asap Pekat Picu Kecelakaan Beruntun

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 17:49 WIB
Kondisi memasuki tikungan S kilometer 27, Jalan Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama, Jumat 2 Oktober 2026, pukul 21.45 WIB. (Wawan/RADAR SAMPIT)
Kondisi memasuki tikungan S kilometer 27, Jalan Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama, Jumat 2 Oktober 2026, pukul 21.45 WIB. (Wawan/RADAR SAMPIT) 
 
 
PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) skala besar kembali menerjang kawasan Jalan Ahmad Shaleh, Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama (Kolam), Kabupaten Kotawaringin Barat.
 
Peristiwa gawat darurat yang terjadi tepat di Tikungan S, Kilometer 27 tersebut memicu tabrakan beruntun akibat jarak pandang yang tertutup asap pekat, hingga memaksa penutupan total akses jalan provinsi tersebut, sembari menunggu kondisi jalan bersih dari asap.
 
​Api yang semula membakar vegetasi kering di sisi kiri jalan makin tak terkendali akibat hembusan angin kencang.
 
Dalam hitungan menit, si jago merah menyeberang ke sisi kanan jalan dan membakar area di sekitarnya.
 
Lingkungan berubah mencekam ketika kobaran api membesar dan mengepulkan asap hitam pekat ke badan jalan.
 
​Kendati kondisi jalan sudah tertutup asap tebal dan kobaran api membumbung tinggi, para pengguna jalan dari arah Pangkalan Bun maupun Kotawaringin Lama nekat menerobos.
 
Akibat kecerobohan tersebut, insiden kecelakaan tak terelakkan di tengah kepungan api. Tabrakan melibatkan kendaraan roda dua dengan roda empat, serta roda empat dengan armada besar beroda enam atau lebih.
 
​Melihat situasi yang kian membahayakan jiwa, relawan HKM Karya Masoraian mengambil tindakan tegas dengan memblokir penuh akses jalan dari kedua arah. Langkah darurat ini memicu antrean kendaraan yang mengular panjang hingga berjam-jam.
​
"Semula api berada di kiri naik arah Kolam, kemudian menyeberang ke kanan jalan sehingga menjadi lautan api. Langit memerah karena area terbakar begitu luas," ungkap relawan HKM Karya Masoraian, Wawan.
 
​Wawan menuturkan, dirinya bahkan harus nekat menerobos pekatnya asap menggunakan sepeda motor demi mengatur lalu lintas dan menahan laju kendaraan warga. 
 
Menurutnya, sulit menentukan siapa yang memicu kecelakaan karena seluruh pengemudi nekat masuk ke dalam kabut asap dengan jarak pandang yang sangat terbatas.
 
​"Saat ini fokus kami memblokir api supaya tidak makin meluas dan mendekat ke area gerbang HKM Karya Masoraian," tandasnya. (tyo/sla)
 
 
 
Editor : Slamet Harmoko
kotawaringin lama kolam Pangkalan Bun karhutla