SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Penanganan karhutla di Kotawaringin Timur (Kotim) tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim mulai melakukan pemulihan hidrologis awal pada lahan gambut yang sebelumnya terbakar.
Kegiatan tersebut dimulai Sabtu (26/9) dan berlanjut hingga 30 September 2026.
Pemulihan dilakukan di wilayah Baamang Hulu, Baamang Barat, dan Pasir Putih dengan melibatkan personel DLH, TNI, serta masyarakat peduli api (MPA).
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kotim Titik Setiyowati, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menangani kondisi lahan gambut setelah terbakar.
Menurutnya, gambut yang telah terbakar tetap membutuhkan penanganan meski api di permukaan sudah tidak terlihat.
Pendinginan dan pembasahan dilakukan untuk membantu menjaga kondisi lahan agar tidak kembali mudah terbakar.
Dalam kegiatan tersebut, DLH mengerahkan 10 personel. Mereka dibantu 10 personel Yonif TP 923/Mentaya yang dipimpin Letda Inf Jonni H Manalu serta 10 anggota MPA.
Pendinginan dilakukan menggunakan mobil tangki, alkon, dan selang. Air yang digunakan berkisar 5.000 liter hingga lebih dari 22.000 liter dalam pelaksanaan di lapangan.
Selain pendinginan, sebanyak 14 sumur bor juga dibangun untuk mendukung upaya pembasahan lahan gambut.
Langkah tersebut diarahkan untuk membantu pemulihan kondisi hidrologis gambut pascakebakaran.
“Karhutla tidak selesai ketika api padam,” kata Titik dalam kegiatan tersebut.
Pemulihan hidrologis menjadi penting karena kondisi gambut yang kering dapat kembali meningkatkan risiko kebakaran.
Karena itu, penanganan pascakebakaran tidak hanya berfokus pada sisa api, tetapi juga kondisi lahan setelah kebakaran.
DLH Kotim menyebut kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan pemulihan lahan gambut yang terdampak karhutla sepanjang 2026.(oes)
Editor : Slamet Harmoko