Usai mendapat persetujuan tersebut, Suyudi menyampaikan pesan kepada insan pers. Ia mengajak media berkolaborasi dan bersinergi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Suyudi juga menyatakan kesiapan Polri untuk memberikan dukungan kepada insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik.
"Titip kepada rekan-rekan pers untuk kita bisa berkolaborasi, bersinergi dalam memberikan berita kepada masyarakat dengan baik, dengan jernih, dan kami juga siap untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan semua," kata Suyudi.
Ia kemudian meminta dukungan masyarakat Indonesia agar amanah yang nantinya diembannya sebagai Kapolri dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya.
"Sekali lagi, kami mohon dukungan kepada seluruh masyarakat di Indonesia, semoga apa yang menjadi amanah nantinya dapat kami laksanakan dengan sebaik-baiknya. Terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," pungkasnya.
Siap Kawal Agenda Astacita
Sebelumnya dalam uji kelayakan dan kepatutan di hadapan Komisi III DPR, Suyudi memaparkan sejumlah komitmen apabila mendapat amanah memimpin Polri.
Salah satunya adalah mengawal agenda Astacita Presiden Prabowo Subianto. Suyudi juga menyampaikan komitmen untuk menjaga ruang yang aman bagi pembangunan serta memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.
Proses persetujuan Suyudi berlangsung setelah Presiden Prabowo Subianto mengusulkan dirinya sebagai calon Kapolri melalui Surat Presiden (Surpres) Nomor R57/Pres/09/2026 tertanggal 30 September 2026. Surat tersebut memuat usulan pemberhentian Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolri sekaligus pengangkatan Kapolri baru.
Komisi III DPR kemudian melakukan uji kelayakan terhadap Suyudi sebagai calon tunggal Kapolri. Setelah proses tersebut, Komisi III menyepakati Suyudi secara aklamasi untuk diteruskan ke tahapan rapat paripurna DPR.
Suyudi sebelumnya menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Ia dilantik sebagai Kepala BNN pada Agustus 2025 setelah sebelumnya menjabat Kapolda Banten. (ant)
Editor : Slamet HarmokoSumber : ANTARA