SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Ketersediaan peralatan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai terbatas.
Kondisi tersebut membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim harus mencari tambahan alkon dan perlengkapan pemadam lainnya hingga ke luar daerah.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Imam Subekti, mengatakan tingginya permintaan peralatan pemadam dari berbagai daerah yang juga tengah menangani karhutla membuat stok di pasaran semakin sulit diperoleh.
"Kami sudah berkoordinasi dengan beberapa rekanan. Kemarin sudah mendapatkan barang, tetapi untuk berikutnya rekanan juga kesulitan karena semua kabupaten dan kota yang menangani karhutla sedang memesan barang yang sama," kata Imam, Selasa (29/9).
Menurut dia, BPBD Kotim kini mencari peralatan pemadam melalui berbagai jalur, mulai dari rekanan, toko peralatan hingga platform daring. Pencarian bahkan diperluas hingga Banjarmasin, Surabaya, dan Jakarta.
"Kami cari informasinya di toko dan online. Tapi online juga tidak semuanya sanggup menyediakan karena semua kabupaten membutuhkan. Bahkan teman-teman yang berangkat ke Palangka Raya, ketika sampai barangnya sudah dibeli orang lain," ujarnya.
Imam menuturkan, tantangan yang dihadapi bukan sekadar menemukan penjual, tetapi memastikan peralatan yang dibutuhkan benar-benar tersedia dan dapat segera dikirim ke Kotim. BPBD menargetkan tambahan peralatan dapat diperoleh dalam satu hingga dua hari ke depan.
Peralatan yang paling dibutuhkan saat ini antara lain alkon, selang, nozzle, dan perlengkapan pendukung pemadaman lainnya. Kebutuhan tersebut terus meningkat karena peralatan yang tersedia harus dibagi untuk mendukung penanganan karhutla di sejumlah kecamatan, masyarakat peduli api (MPA), organisasi perangkat daerah (OPD), dan relawan.
"Masih belum meng-cover semuanya. Pemerintah kecamatan dan relawan masih banyak yang membutuhkan. Kita selektif, dalam artian memberikan yang memang sudah ada di kita," jelasnya.
Khusus alkon, stok BPBD Kotim semakin menipis setelah sebagian besar didistribusikan ke wilayah dan kelompok yang membutuhkan.
Imam menyebut, dari empat unit yang tersisa, tiga di antaranya kembali disalurkan untuk mendukung penanganan karhutla.
"Untuk alkon, kalau kita punya puluhan. Tapi sudah kita distribusikan ke kecamatan, MPA, dan OPD yang membutuhkan. Hari ini saja kami mendapat informasi, sisa empat alkon. Dua diberikan kepada relawan dan satu kepada MPA, sehingga tinggal satu. Mudah-mudahan besok ada lagi barang yang masuk," ungkapnya.
Di tengah keterbatasan tersebut, BPBD Kotim tetap melakukan pengadaan peralatan. Sebanyak 31 unit peralatan baru telah berhasil diperoleh dan didistribusikan untuk mendukung penanganan karhutla.
Sementara untuk selang pemadam, BPBD telah memperoleh 43 unit baru. Kebutuhan lainnya masih ditopang dengan stok lama yang tetap digunakan selama kondisinya masih memungkinkan.
Imam menambahkan, sebagian peralatan pemadam juga telah melekat pada armada BPBD serta ditempatkan di sejumlah lokasi strategis, seperti Bandara, Pertamina, dan KP3.
"Barang-barang yang ada di kita sudah ada yang menempel di mobil. Mobil kita juga sudah ada alkonnya. Termasuk yang ditempatkan di Bandara, Pertamina, KP3 dan lokasi lainnya," pungkasnya. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko