PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Bukannya bisa bernapas lega, warga Palangka Raya justru kembali harus menghirup dengan kabut asap, Selasa (29/9/2026). Selain itu, jarak pandang menyusut hingga berdampak kepada penerbangan. Ditambah lagi, kualitas udara merosot ke level berbahaya.
Indeks kualitas udara (AQI) kemarin, tercatat berada pada kategori buruk hingga berbahaya, dengan konsentrasi partikulat halus PM2.5.Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki masalah pernapasan.
Di tengah kondisi tersebut, penanganan karhutla terus digenjot. Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalteng bersama satuan tugas gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman dan pengendalian di sejumlah wilayah rawan.
Kepala Pelaksana BPBPK Kalteng Ahmad Toyib menegaskan, penanganan karhutla tidak bisa hanya dilakukan ketika api sudah membesar. Pencegahan, patroli, hingga pembasahan lahan menjadi bagian penting untuk mencegah api kembali muncul.
“Penanganan tidak berhenti pada pemadaman ketika api muncul. Upaya pencegahan dan pembasahan juga terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api,” ujarnya.
Pihaknya pun meminta mengurangi aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker juga dianjurkan ketika harus beraktivitas di luar rumah.Kelompok rentan mendapat perhatian khusus. Anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan diminta mendapatkan perlindungan lebih.
Baca Juga: Penerbangan masih Terhambat Kabut Asap, Tiga Pesawat Batik Air Batal Berangkat dari Pangkalan Bun
Disisi lain, Panglima Kodam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin meminta seluruh prajurit yang terlibat dalam penanganan karhutla bergerak cepat dan tetap mengutamakan keselamatan.
“Penanganan karhutla harus dilakukan secara terpadu dan responsif. Lakukan patroli rutin, deteksi dini titik api, dan segera padamkan sebelum meluas. Jangan beri ruang bagi pembakaran lahan,” tegasnya.
Menurutnya, pencegahan menjadi salah satu kunci utama menghaapi karhutla. Titik api yang terlambat ditangani berpotensi meluas dan menyulitkan proses pemadaman.
Pangdam juga mengajak masyarakat ikut menjaga hutan dan lingkungan. Pembukaan lahan dengan cara membakar dinilai berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas.
Kodim 1016/Palangka Raya juga terus mendukung upaya penanganan karhutla. Personel tidak hanya diterjunkan ketika api berkobar, tetapi juga melakukan pemantauan setelah kebakaran berhasil dipadamkan.
Komandan Kodim 1016/Palangka Raya Kolonel Inf Kurniawan Agung Sancoyo mengatakan, personel di lapangan melaksanakan pemadaman sekaligus pendinginan terhadap lokasi yang telah terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi bara atau titik panas kembali memicu kebakaran.
“Kami beserta pemerintah mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Apabila menemukan adanya titik api, segera laporkan kepada aparat maupun instansi terkait agar dapat ditangani dengan cepat,” pungkasnya. (daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama