Tak Sempat Diselamatkan, Ratusan iPad di SMAN 1 Cempaga Ludes Jadi Arang

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 15:14 WIB
Kebakaran hebat menghanguskan sejumlah bangunan di SMAN 1 Cempaga, di Desa Sungai Paring, Minggu (27/9/2026)  (Istimewa)
Kebakaran hebat menghanguskan sejumlah bangunan di SMAN 1 Cempaga, di Desa Sungai Paring, Minggu (27/9/2026) (Istimewa)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Aktivitas belajar mengajar di SMA Negeri 1 Cempaga, Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, harus disesuaikan pascakebakaran yang melanda sekolah tersebut, Minggu (27/9) dini hari.

Untuk sementara, pembelajaran jarak jauh (PJJ) dijadwalkan mulai Senin (28/9), sambil menunggu kondisi sekolah memungkinkan kembali digunakan.

Camat Cempaga Agustiawany mengatakan, keputusan tersebut diambil dengan melihat kondisi bangunan sekolah pascakebakaran.

Sejumlah ruangan yang sebelumnya menjadi bagian dari aktivitas belajar dan kegiatan sekolah terdampak, sehingga diperlukan penataan terlebih dahulu.

“Senin besok akan dilakukan PJJ, melihat kondisi sekolah yang masih tidak memungkinkan pascakebakaran,” kata Agustiawany.

Di tengah kondisi tersebut, guru bersama masyarakat sekitar akan bergotong royong membersihkan dan memperbaiki bagian-bagian bangunan yang masih memungkinkan untuk difungsikan. 

Upaya itu dilakukan agar aktivitas pembelajaran dapat kembali berlangsung secara bertahap.

“Sementara guru dengan masyarakat sekitar akan bahu-membahu memperbaiki yang masih bisa difungsikan. Jadi hari Senin nanti mereka gotong royong,” ujarnya.

Agustiawany menyebut masih terdapat beberapa fasilitas sekolah yang dapat digunakan.

Bangunan yang masih layak tersebut akan dimaksimalkan untuk menunjang aktivitas sekolah.

Namun, kebakaran juga menghanguskan sejumlah perlengkapan sekolah.

Salah satunya perangkat iPad yang sebelumnya merupakan bantuan dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.

Sebanyak 170 unit iPad disebut ikut terbakar dalam kejadian tersebut.

“Berkas habis, iPad bantuan dari Disdik Provinsi Kalteng sebanyak 170 unit juga habis terbakar,” ungkapnya.

Pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terkait penanganan dampak kebakaran.

Bupati Kotim Halikinnor bersama Wakil Bupati Kotim Irawati disebut telah berkomunikasi dengan gubernur untuk mengupsyakan pembangunan gedung baru bagi sekolah tersebut.

“Pak Bupati dan Ibu Wabup sudah berkoordinasi dengan Gubernur Kalimantan Tengah agar segera dibangun gedung baru. Khususnya untuk 2026 ini diprioritaskan untuk anak-anak sekolah,” katanya.

Menurut Agustiawany, penanganan jangka pendek akan difokuskan agar siswa tetap mendapatkan pembelajaran sembaribsekolah berbenah.

Bangunan yang masih dapat digunakan akan dimanfaatkan terlebih dahulu, sehingga siswa tidak harus dipindahkan ke sekolah dasar di Desa Sungai Paring.

“Untuk jangka pendek, diimbau kepada kepala sekolah agar anak-anak tetap bisa belajar mengajar di gedung yang masih bisa difungsikan. Masih ada beberapa gedung yang bisa digunakan,” pungkasnya. (yn)

Editor : Slamet Harmoko
SMAN 1 Cempaga iPad SMA 1 Cempaga Kebakaran SMA 1 Cempaga