Terjebak di Tengah Karhutla, Sindi Terpaksa Dibius untuk Dievakuasi Tim BKSDA

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 08:23 WIB
Penyelamatan orangutan betina yang terjebak karhutla di wilayah Dusun Ramban, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu dini hari (26/9/2026). (BKSDA Resort Sampit untuk Radar Sampit)
Penyelamatan orangutan betina yang terjebak karhutla di wilayah Dusun Ramban, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu dini hari (26/9/2026). (BKSDA Resort Sampit untuk Radar Sampit) 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Satu individu orangutan betina ditemukan berada di tengah kawasan yang masih terbakar di Hutan Tanaman Rakyat (HTR) Ramban, Dusun Ramban, Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara.

Satwa dilindungi itu akhirnya berhasil dievakuasi setelah proses penyelamatan berlangsung hingga dini hari.

Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah mengatakan, orangutan tersebut diperkirakan berusia sekitar 20 tahun dengan berat 32 kilogram. Orangutan betina itu kemudian diberi nama Sindi.

Baca Juga: Lemas di Tepi Sungai Lamandau, Anak Orangutan Peluk Warga Saat Diselamatkan

“Lokasinya di HTR Ramban, vegetasi dominan tanaman kelapa sawit yang kondisinya sudah dan masih terbakar,” kata Muriansyah, Minggu (27/9/2026). 

Sindi pertama kali diketahui keberadaannya pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. 

Saat itu, regu pemadam dari pihak perusahaan sedang mengambil air dan melihat orangutan berada di atas pohon kering di sekitar perbatasan HTR Ramban dengan PT MJSP.

Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada petugas BKSDA Resort Sampit. Setelah dilakukan koordinasi, tim rescue Seksi KSDA Wilayah II bersama Yayasan Orangutan Foundation International (OFI) memutuskan melakukan evakuasi.

Baca Juga: Kondisi Dua Bayi Orangutan Korban Karhutla Membaik

Tim rescue berangkat dari Pangkalan Bun sekitar pukul 17.20 WIB. Petugas BKSDA Resort Sampit menyusul ke lokasi untuk membantu memantau pergerakan orangutan.

Tim tiba sekitar pukul 22.00 WIB. Proses evakuasi berlangsung tidak mudah. Sindi terus berpindah tempat dan berada di dahan pohon yang cukup tinggi sehingga menyulitkan petugas saat melakukan pembiusan.

Kondisi di sekitar lokasi juga dipenuhi asap kebakaran. Tanah di bawahnya masih mengandung api dan bara.

Sekitar pukul 02.00 WIB, Sabtu (26/9/2026), Sindi akhirnya berhasil dibius. Namun, tubuhnya tersangkut di dahan pohon sehingga petugas harus memanjat untuk menurunkannya.

Sekitar pukul 02.30 WIB, orangutan tersebut berhasil diturunkan. Dari pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan luka bakar maupun luka lainnya pada tubuh Sindi.

Setelah dievakuasi, Sindi dibawa menuju Pangkalan Bun dan tiba sekitar pukul 10.00 WIB. Selanjutnya, orangutan tersebut menjalani pemeriksaan di klinik dan pusat karantina orangutan milik OFI.

Baca Juga: Video 'Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit' Diburu Nestizen, Waspada Link Download Abal-Abal

Hasil pemeriksaan darah menunjukkan Sindi dalam kondisi sehat dan tidak membawa penyakit. Setelah mendapat arahan Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (SKSDA) Wilayah II, Sindi rencananya akan ditranslokasikan ke Suaka Margasatwa (SM) Lamandau, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Muriansyah juga menyampaikan terima kasih kepada warga Dusun Ramban dan pihak perusahaan yang telah membantu proses penyelamatan orangutan tersebut.

Menurutnya, informasi dan bantuan dari masyarakat serta pihak perusahaan sangat membantu petugas dalam menemukan keberadaan Sindi hingga proses rescue dapat dilakukan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada warga Dusun Ramban dan pihak perusahaan yang sudah membantu dalam kegiatan rescue orangutan ini,” ujarnya. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
Sindi Dibius Orangutan bksda karhutla