NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – sungai di kabupaten Lamandau kembali makan korban. Sebuah video beredar dan menggegerkan warga terkait peristiwa tenggelamnya seorang anak di Desa Bayat, Kecamatan Belantikan Raya, Kabupaten Lamandau, Sabtu (26/9).
Korban diketahui bernama Novan Mohamad Sobarin, seorang siswa kelas 6 SD, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia .
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut bermula saat korban mandi bersama sejumlah temannya di area Pantai Dermaga Desa Bayat sekitar pukul 11.30 WIB.
Korban diketahui tidak bisa berenang dan kemudian tenggelam saat berada di perairan tersebut.
Saat dikonfirmasi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, membenarkan kejadian tersebut.
Ia mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai musibah tenggelamnya seorang anak di wilayah Desa Bayat.
"Menurut informasi kronologinya, korban mandi dengan teman-temannya di pantai dermaga Desa Bayat sekitar pukul 11.30 WIB. Korban tidak bisa berenang," ungkap Hendikel, Sabtu (26/9).
Pencarian kemudian dilakukan warga setempat. Puluhan masyarakat turut bergerak ke lokasi dan membantu pencarian dengan menyelam di sekitar titik korban diperkirakan tenggelam.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 12.30 WIB, korban berhasil ditemukan oleh para penyelam.
Warga sempat berupaya menyelamatkan nyawanya dengan membalik posisi tubuh korban, berharap air bisa keluar.
Namun nyawa korban tidak tertolong lagi karena terlalu lama berada di dalam air. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka.
"Setelah dilakukan pencarian oleh warga, anak tersebut ditemukan oleh para penyelam sekitar pukul 12.30 WIB," jelas Hendikel.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa aktivitas di sungai tetap memiliki risiko, meskipun kondisi air terlihat surut saat musim kemarau.
Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap kondisi sungai yang dangkal sebagai jaminan keselamatan.
Hendikel mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati ketika melakukan aktivitas di sungai.
Ia juga meminta para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama ketika bermain atau mandi di sekitar aliran sungai.
"Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat beraktivitas di sungai. Kepada para orang tua, agar selalu mengawasi anak-anaknya ketika berada di sekitar sungai, terlebih bagi anak yang belum bisa berenang," imbaunya.
Musibah tersebut sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat Lamandau untuk tidak lengah terhadap keselamatan saat beraktivitas di sungai.
Kondisi air yang surut tidak serta-merta membuat seluruh bagian sungai aman untuk digunakan beraktivitas.(mex)
Editor : Slamet Harmoko