Tiga Pesawat Dikerahkan, BNPB Semai 6,6 Ton Garam di Langit Kalteng-Kalsel

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 13:01 WIB
Salah satu pesawat Cessna Caravan untuk operasi modifikasi cuaca (OMC) di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. (BNPB)
Salah satu pesawat Cessna Caravan untuk operasi modifikasi cuaca (OMC) di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. (BNPB) 

Radarsampit.jawapos.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan tiga pesawat Cessna Caravan untuk operasi modifikasi cuaca (OMC) di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Upaya tersebut dilakukan untuk memaksimalkan potensi hujan di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Perkuatan armada OMC dilakukan sejak Selasa (22/9/2026). Tiga bandara menjadi pangkalan operasi, yakni Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Bandara Iskandar Pangkalan Bun, dan Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru.

Dari Bandara Tjilik Riwut, pesawat PK-FPU melakukan dua sortie penerbangan pada 22 dan 23 September. Penyemaian dilakukan di wilayah Murung Raya dengan ketinggian 11.000 hingga 12.000 kaki.

Dalam dua penerbangan tersebut, sebanyak 1.000 kilogram natrium klorida (NaCl) digunakan sebagai bahan semai.

Sementara itu, pesawat PK-YNA yang beroperasi dari Bandara Iskandar telah melakukan dua sortie selama dua hari. Total bahan semai yang digunakan mencapai 1.600 kilogram NaCl.

Pada penerbangan 23 September, penyemaian menyasar wilayah Pulang Pisau dan Tabalong. Pesawat beroperasi pada ketinggian 10.000 hingga 11.000 kaki dan menemukan awan cumulus serta cumulus congestus.

Pesawat ketiga, PK-SNK, beroperasi dari Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru. Hingga Rabu (23/9), pesawat tersebut telah melaksanakan empat sortie dengan total 4.000 kilogram NaCl.

Penyemaian dilakukan di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan, yakni Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, dan Tapin.

BNPB menyebut hujan dengan intensitas sedang kemudian turun di wilayah Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, serta Desa Gunung Batu dan Desa Padangin di Kalimantan Selatan.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan hujan dan angin menjadi dua faktor alami yang dapat membantu mengurangi asap.

“Sekecil apa pun potensi adanya awan hujan, kita akan maksimalkan untuk modifikasi cuaca,” ujarnya.

BNPB memastikan operasi modifikasi cuaca terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi cuaca, hasil pemantauan lapangan, dan kebutuhan penanganan di wilayah terdampak. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
hujan buatan operasi modifikasi cuaca garam BNPB kalteng