Sepekan, Sejumlah Jasad Diduga Korban Tragedi KM Virgo Transport 8 Terdampar di Pesisir Kalteng

Fauziannur • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 21:53 WIB
Evakuasi jasad yang ditemukan di pesisir Desa Sungai Tabuk, Kecamatan Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara, Jumat (25/9).(istimewa)
Evakuasi jasad yang ditemukan di pesisir Desa Sungai Tabuk, Kecamatan Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara, Jumat (25/9).(istimewa)

SUKAMARA,radarsampit.jawapos.com-Di tengah operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin yang tenggelam pada Minggu (13/9) lalu, sudah beberapa jasad ditemukan terdampar di pesisir perairan Kalimantan Tengah (Kalteng).

Terbaru, tiga mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan terdampar di Pesisir Desa Sungai Tabuk, Kecamatan Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara, Jumat (25/9). Ketiganya diduga kuat korban kecelakaan kapal tersebut, lantaran ditemukan tulisan Virgo Karya Shipping UNITING INDONESIA di bagian punggung pakaian salah satu korban.

Namun, kepastian bahwa mereka merupakan korban KM Virgo Transport 8 masih menunggu proses identifikasi resmi.

Camat Pantai Lunci Budiansyah mengatakan, dua jasad pertama ditemukan warga di wilayah RT 2 Desa Sungai Tabuk. “Setelah itu, warga kembali menemukan satu mayat lainnya di RT 1,” ujarnya.

Ketiga jasad itu kemudian dievakuasi ke RSUD Nawawi Mahmuda Sukamara. Proses evakuasi dilakukan oleh jajaran Polres Sukamara bersama TNI AL dan pihak terkait lainnya.

Baca Juga: 20 Korban KM Virgo Transport 8 Teridentifikasi, Ada Temuan 3 Jenazah Terdampar di Pesisir Sukamara

Kapolres Sukamara AKBP Fajar Virgantara Sjarifuddin yang turun langsung ke lokasi mengatakan, ketiga jasad telah dibawa ke rumah sakit. Selanjutnya, korban akan dijemput oleh Basarnas untuk dibawa ke Banjarmasin.

Sebelumnya, nelayan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) juga menemukan mayat mengapung di perairan Tanjung Putting, Selasa (22/9).

Danpos Lanal Kumai Letda Pom Listyo juga membenarkan adanya kejadian tersebut. Proses evakuasi langsung digelar dan jasad tersebut didaratkan melalui pelabuhan Pangkalan  Pendaratan Ikan (PPI) Kumai. Selanjutnya dikirim ke Banjarmasin pada Selasa malam untuk menjalani proses penanganan dan identifikasi lebih lanjut.

Sebelumnya lagi, Tim SAR gabungan menemukan sesosok jasad laki-laki terdampar di pesisir Pantai Sungai Gantingan, Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Senin (21/9).

Jasad tersebut ditemukan saat tim SAR gabungan bergerak menuju lokasi penemuan jasad pertama di kawasan Pantai Sungai Rambai, Desa Sungai Perlu. jasad pertama ditemukan warga pada Minggu (20/9) sore.

Sebelum itu, Lima liferaft yang diduga milik KMP Virgo Transport 8 ditemukan terpencar di sekitar perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Rabu (16/9). Liferaft tersebut ditemukan dalam posisi berjauhan satu sama lain dan dengan kondisi kosong tanpa penumpang.

Sementara itu, hingga hari ke-12 pencarian, Kamis (24/9), Tim SAR Gabungan telah mengevakuasi 14 korban. Dari total 243 orang dalam data manifest, sebanyak 93 orang masih dalam pencarian.

Tim SAR Gabungan juga masih memaksimalkan pencarian, terutama melalui operasi penyelaman di dalam badan kapal di dasar Laut Jawa.

Terpisah, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan berhasil mengidentifikasi 20 jenazah korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 hingga Kamis (24/9) malam. Sementara 22 jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi.

Total terdapat 42 jenazah yang telah diterima dan ditangani di RS Bhayangkara Banjarmasin. Proses identifikasi terhadap puluhan korban tersebut terus dilakukan oleh tim DVI.

Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen dr. Sumy Hastry Purwanti mengatakan, kondisi sebagian jenazah yang sudah tidak utuh menjadi salah satu kendala dalam proses identifikasi.

“Sampai Kamis, 24 September, kami telah melakukan 20 pemeriksaan dan teridentifikasi, dan masih kami kerjakan sampai sekarang belum teridentifikasi sejumlah 22 orang. Jadi total 42 orang sampai dengan hari ini diumumkan,” kata Sumy dikutip dari metrotvnews.com Jumat (25/9).

Identifikasi dilakukan dengan menggabungkan berbagai data, termasuk pemeriksaan primer, sekunder, serta data ante mortem dari keluarga korban. Sampel DNA juga menjadi bagian penting untuk memastikan identitas jenazah yang belum dikenali.

Hingga Kamis malam itu, total 150 orang telah dievakuasi. Sebanyak 108 orang dinyatakan selamat, sedangkan 42 orang meninggal dunia.

Berdasarkan data manifes, KM Virgo Transport 8 mengangkut total 243 penumpang dan kru ketika tenggelam di perairan Laut Jawa pada . Dengan demikian, masih terdapat korban yang belum ditemukan dan pencarian terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan. (fzr/rdw/sla/gus)

 

 

 

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
KM Virgo Transport 8 jasad terdampar evakuasi pesisir