SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menyebut aktivitas masyarakat di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Barat (Kalbar) masih berjalan normal di tengah kabut asap Karhutla menuai kecaman.
Ketua Gerakan Barisan Antang Dayak Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kasmo menilai laporan tersebut tidak menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Menurutnya, kabut asap telah mengganggu kualitas udara, kesehatan, hingga keselamatan masyarakat.
Baca Juga: 20 Korban KM Virgo Transport 8 Teridentifikasi, Ada Temuan 3 Jenazah Terdampar di Pesisir Sukamara
“Normal dari mana? Seluruh warga masyarakat sekarang menghirup udara yang tidak lagi sehat. Ada banyak juga yang terdampak ISPA. Bahkan relawan ada yang menjadi korban dan meninggal,” tegas Kasmo.
Ia menilai aktivitas ekonomi dan mobilitas warga yang masih berjalan tidak dapat menjadi satu-satunya ukuran kondisi normal. Masyarakat tetap beraktivitas karena harus memenuhi kebutuhan dan menjalankan pekerjaan.
Kasmo juga menyoroti keselamatan warga yang menurutnya ikut terdampak buruknya jarak pandang akibat kabut asap. Ia menyebut adanya pelajar yang meninggal dalam kecelakaan setelah menabrak kendaraan yang disebut terjadi saat jarak pandang terganggu asap.
Baca Juga: Tambah 1 Lagi, Total 3 Mayat Ditemukan di Pesisir Sukamara, Diduga ABK KM Virgo Transport 8
“Jangan hanya melihat aktivitas warga masih berjalan, lalu dikatakan normal. Lihat kondisi udara, kesehatan masyarakat dan keselamatan warga,” ujarnya.
Kasmo meminta pemerintah pusat mendapatkan laporan yang utuh dan sesuai fakta di lapangan terkait kondisi Karhutla di Kalteng.
Sebelumnya, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto melaporkan kondisi penanganan Karhutla kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas, Rabu (23/9/2026).
Baca Juga: Karhutla Jadi Beban Daerah, Pemerintah Pusat Diminta Jangan Lepas Tangan
Suharyanto mengakui asap di Kalteng dan Kalbar masih cukup tebal hingga mengganggu penerbangan komersial dan operasi udara penanganan Karhutla.
Namun, ia menyampaikan aktivitas masyarakat secara umum masih berjalan normal.
“Tapi kami pastikan roda kehidupan masyarakat ini berjalan normal. Jadi lalu lintas, toko-toko, rumah makan, dan lain sebagainya juga biasa. Tidak ada yang terganggu,” kata Suharyanto.
Menurutnya, gangguan terutama terjadi pada aktivitas keluar-masuk wilayah. Tebalnya asap juga menghambat operasi udara, termasuk water bombing, karena jarak pandang terbatas. (ang/fm)
Editor : Farid Mahliyannor