SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menyebut aktivitas masyarakat di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat masih berjalan normal di tengah kepungan kabut asap karhutla menuai kecaman keras.
Ketua Gerakan Barisan Antang Dayak Kabupaten Kotawaringin Timur, Kasmo Edot menilai laporan tersebut justru berpotensi membuat dampak karhutla dianggap sebagai persoalan biasa sehingga penanganannya tidak lagi menjadi prioritas.
Baca Juga: Jalan Diselimuti Asap, Siswi SMKN 1 Cempaga Hulu Tewas dalam Kecelakaan
“Laporan-laporan semacam ini ke Presiden membuat penanganan itu tidak maksimal dan kita dianggap biasa. Yang pasti kami mengecam laporan dari BNPB ke Presiden,” tegas Kasmo.
Menurut Kasmo, kondisi di lapangan jauh dari kata normal. Masyarakat harus beraktivitas di tengah kualitas udara yang terganggu akibat kabut asap. Dampaknya juga mulai dirasakan masyarakat, termasuk gangguan kesehatan.
“Normal dari mana? Seluruh warga masyarakat sekarang menghirup udara yang tidak lagi sehat. Ada banyak juga yang terdampak ISPA. Bahkan relawan ada yang menjadi korban dan meninggal,” ujarnya.
Baca Juga: Keluar Habitat Karena Karhutla, Kukang Imut Ini Nyaris Tewas Tersengat Listrik
Kasmo menilai ukuran normal tidak semestinya hanya dilihat dari masih berlangsungnya aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. Menurutnya, masyarakat tetap beraktivitas karena memiliki kebutuhan dan pekerjaan yang harus dijalankan.
Ia juga menyoroti aspek keselamatan masyarakat. Kasmo menyebut baru-baru ini seorang pelajar SMK meninggal dunia dalam kecelakaan setelah menabrak kendaraan yang disebut terjadi karena jarak pandang terganggu kabut asap.
“Jangan hanya melihat aktivitas warga masih berjalan, lalu dikatakan normal. Lihat kondisi udara, kesehatan masyarakat dan keselamatan warga,” katanya.
Kasmo meminta pemerintah pusat memperoleh laporan yang utuh mengenai kondisi karhutla di Kalteng. Menurutnya, laporan dari daerah harus menggambarkan kondisi faktual di lapangan agar pemerintah pusat dapat menentukan langkah penanganan yang sesuai.
“Saya selaku Ketua Gerakan Barisan Antang Dayak Kabupaten Kotawaringin Timur mengecam dan mengutuk keras laporan Kepala BNPB kepada Presiden yang menyampaikan bahwa dampak karhutla dan kabut asap di Kalteng serta Kalbar, aktivitas warga masyarakat berjalan normal,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto melaporkan kondisi penanganan karhutla kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas pada Rabu (23/9/2026).
Suharyanto mengakui asap di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat masih cukup tebal. Kondisi tersebut juga mengganggu penerbangan komersial serta operasi udara untuk penanganan karhutla.
Namun, Suharyanto menyampaikan bahwa aktivitas masyarakat secara umum masih berjalan normal.
Baca Juga: Lemas di Tepi Sungai Lamandau, Anak Orangutan Peluk Warga Saat Diselamatkan
“Tapi kami pastikan roda kehidupan masyarakat ini berjalan normal. Jadi lalu lintas, toko-toko, rumah makan, dan lain sebagainya juga biasa. Tidak ada yang terganggu,” kata Suharyanto dalam laporan kepada Presiden.
Ia menjelaskan, gangguan terutama terjadi pada aktivitas keluar-masuk wilayah, khususnya di Kalteng dan Kalbar. Tebalnya asap juga membuat operasi udara, termasuk water bombing, menghadapi kendala jarak pandang. (ang)
Editor : Slamet Harmoko