BKSDA Evakuasi 11 Orangutan dari Lokasi Karhutla

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 08:15 WIB
Wildlife Rescue Unit (WRU), SKW II BKSDA Kalteng, mengevakuasi orangutan di Desa Kadipi, Kabupaten Kotawaringin Barat, Rabu 23 September 2026. (Foto: BKSDA Kalteng)
Wildlife Rescue Unit (WRU), SKW II BKSDA Kalteng, mengevakuasi orangutan di Desa Kadipi, Kabupaten Kotawaringin Barat, Rabu 23 September 2026. (Foto: BKSDA Kalteng) 

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah melalui Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun berhasil mengevakuasi 11 individu orangutan (Pongo pygmaeus) dari sejumlah titik rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala SKW II Pangkalan Bun BKSDA Kalteng Handi Nasoka mengatakan, evakuasi dilakukan untuk mencegah kematian satwa akibat paparan asap dan hilangnya sumber pakan alami. Sebagian besar orangutan yang diselamatkan dalam kondisi relatif sehat.

“Langkah cepat ini dilakukan demi mencegah meningkatnya angka kematian satwa akibat paparan asap pekat dan hilangnya pakan alami,” ujarnya, Rabu (23/9).

Setelah menjalani pemeriksaan medis darurat, orangutan tersebut ditranslokasikan ke Kawasan Suaka Margasatwa Lamandau yang dinilai lebih aman.

Handi mengatakan, penyelamatan dilakukan di sejumlah wilayah terdampak karhutla, yakni Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kotawaringin Timur (Kotim), Seruyan, dan Lamandau. Sebagian orangutan ditemukan di pinggiran hutan setelah ruang geraknya terdesak akibat kebakaran.

Menurutnya, proses evakuasi menghadapi berbagai kendala, mulai dari jarak pandang terbatas hingga medan terjal dan berawa. Petugas juga berpacu dengan waktu untuk mencegah satwa mengalami dampak lebih parah akibat kebakaran dan asap.

Selain orangutan, tim menemukan dan menyelamatkan satwa dilindungi lainnya, di antaranya trenggiling dan kukang yang terisolasi di kawasan bekas kebakaran.

Handi menuturkan, tidak seluruh upaya pencarian berhasil. Pada Senin lalu, tim mendapat laporan warga mengenai orangutan yang terjebak di sekitar lokasi kebakaran. Tim kemudian menuju titik koordinat yang dilaporkan.

Namun, orangutan tersebut tidak ditemukan. Satwa diperkirakan telah melarikan diri karena panik menghindari asap tebal. Tim melakukan penyisiran selama lebih dari 2,5 jam, tetapi belum berhasil menemukan keberadaannya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, BKSDA terus meningkatkan koordinasi dengan personel pemadam kebakaran di lapangan. Koordinasi tersebut dilakukan agar penanganan satwa liar yang terisolasi akibat karhutla dapat dilakukan dengan cepat dan efektif.

“Tim rescue mengimbau seluruh personel pemadam di lokasi karhutla untuk segera memberikan informasi jika menemukan keberadaan satwa liar. Kita langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan evakuasi demi memastikan keselamatan satwa maupun warga di sekitar lokasi kebakaran,” pungkasnya. (tyo/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
karhutal Orangutan bksda kalteng