BDR Saat Kabut Asap, Target Belajar Siswa Tetap Dikejar

M. Akbar • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 17:32 WIB
Kondisi kabut asap di Sampit, Kabupaten Kotim pada Jumat (18/9).  (Akbar/Radar Sampit)
Kondisi kabut asap di Sampit, Kabupaten Kotim pada Jumat (18/9). (Akbar/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kabut asap yang menyelimuti Kotawaringin Timur (Kotim) membuat pembelajaran tatap muka harus menyesuaikan kondisi kualitas udara.

Meski demikian, Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim memastikan perubahan metode belajar menjadi belajar dari rumah (BDR) tidak mengabaikan capaian pembelajaran peserta didik.

Disdik Kotim tengah menyiapkan indikator ketercapaian pembelajaran yang dapat digunakan sekolah selama penerapan BDR.

Pedoman tersebut nantinya disampaikan kepada masing-masing satuan pendidikan dan disesuaikan dengan petunjuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Kepala Disdik Kotim Yolanda Lonita Fenisia mengatakan, indikator tersebut diperlukan agar proses pembelajaran tetap terarah meskipun kegiatan belajar tidak dilakukan secara tatap muka.

“Kami sedang menyusun indikator ketercapaian untuk diinformasikan ke masing-masing satuan pendidikan, bagaimana mereka menyesuaikan proses pembelajaran selama BDR,” kata Yolanda, Rabu (23/9).

Sekolah Diminta Sesuaikan Metode Belajar

Menurut Yolanda, sekolah dapat memanfaatkan berbagai platform pendidikan maupun sistem pembelajaran daring yang disiapkan masing-masing satuan pendidikan.

Metode pembelajaran dapat disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan sekolah maupun peserta didik. Dengan demikian, pelaksanaan BDR tidak harus menggunakan satu pola yang sama untuk seluruh sekolah.

Salah satu sumber pembelajaran yang dapat dimanfaatkan adalah Rumah Pendidikan yang disediakan Kemendikdasmen. Platform tersebut menyediakan berbagai materi pembelajaran yang dapat diakses guru maupun peserta didik selama BDR.

“Ada beberapa platform pendidikan yang bisa dimanfaatkan. Salah satunya Rumah Pendidikan, bisa juga sistem pembelajarannya melalui daring yang disiapkan oleh satuan pendidikannya masing-masing. Itu yang kita sesuaikan,” ujarnya.

Evaluasi Setiap Pekan

Untuk memastikan pembelajaran tetap berjalan, Disdik Kotim akan melakukan evaluasi secara berkala. Evaluasi direncanakan dilakukan setiap pekan dengan mempertimbangkan kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) serta kesiapan satuan pendidikan dalam melaksanakan BDR.

“Per minggu kita mulai evaluasi, terutama terkait kondisi ISPU bagaimana dan kesiapan teman-teman, bagaimana proses pembelajaran BDR tetap berjalan,” ungkapnya.

Yolanda menegaskan, perubahan metode pembelajaran dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) diharapkan tidak memberikan dampak negatif terhadap peserta didik.

Setiap metode pembelajaran, kata dia, tetap diarahkan agar memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik, baik pembelajaran dilakukan secara langsung maupun melalui sistem jarak jauh.

“Harapan kita semua sistem pembelajaran tidak memberikan dampak negatif. Semua itu bisa memberikan manfaat yang maksimal kepada peserta didik melalui metode apa pun, baik tatap muka secara langsung ataupun melalui sistem PJJ,” pungkasnya. (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
bdr Capaian Belajar dinas pendidikan kotim kabut asap