SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus meluas di Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur. Api dilaporkan telah melahap lahan pertanian serta kebun sawit milik warga.
Upaya pemadaman oleh tim gabungan TNI, Polri, dan warga terkendala minimnya peralatan. Petugas di lapangan kesulitan mengendalikan api karena keterbatasan mesin pompa air, selang, dan nozzle.
"Personel di lapangan tidak ada masalah. Masyarakat desa aktif turun sejak titik api muncul, tetapi kami kesulitan alat. Baik selang, nozzle, maupun mesin pompa airnya sangat kurang," kata Camat Seranau, Dwi Kushendro, Selasa (22/9).
Dwi mengungkapkan, ketersediaan air sebenarnya mencukupi karena terdapat anak sungai di sekitar lokasi. Namun, medan yang sulit dijangkau membuat pemadaman manual tidak efektif.
"Kebun warga sudah banyak terbakar. Sekarang kami khawatir api terus bergerak ke pemukiman. Ini yang kami jaga," ujarnya.
Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati, turun langsung meninjau lokasi kebakaran dan memberikan bantuan logistik bagi petugas. Ia mendesak pihak swasta di sekitar wilayah Kecamatan Seranau untuk turut membantu penanganan.
"Saya meminta pihak swasta yang usahanya ada di Kecamatan Seranau tidak menutup mata dan turut membantu upaya pemadaman," tegas Irawati.
Irawati menekankan pentingnya kolaborasi korporasi untuk menyediakan peralatan tambahan seperti mesin pompa, selang, dan tangki air. Bantuan tersebut dinilai sangat mendesak untuk mencegah api merambat lebih luas ke pemukiman warga. (uzi)
Editor : Slamet Harmoko