SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak hanya mengancam permukiman dan kesehatan warga. Satwa liar juga ikut terdampak.
Seekor kukang ditemukan terluka setelah diduga tersengat listrik di kawasan permukiman warga Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.
Satwa dilindungi tersebut ditemukan warga pada Minggu malam (20/9/2026). Kondisinya kemudian dilaporkan kepada aktivis pecinta satwa dan lingkungan untuk mendapatkan pertolongan.
Baca Juga: Sempat Dehidrasi, Anak Orangutan Temuan Warga Lamandau Dinamai DINAS dan Dijemput Tim BKSDA
Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah mengatakan, pihaknya menerima informasi mengenai temuan kukang tersebut setelah warga melaporkannya kepada aktivis lingkungan.
“Aktivis pecinta satwa liar dan lingkungan malam kemarin mendapat laporan dari warga Kecamatan Kota Besi terkait penemuan satu ekor kukang yang terluka. Diduga kuat tersetrum listrik,” kata Muriansyah, Selasa (22/9/2026).
Kukang tersebut kemudian diamankan aktivis lingkungan Harry Siswanto bersama rekan-rekannya. Satwa itu selanjutnya dibawa ke klinik dokter hewan untuk mendapatkan penanganan.
Diduga Keluar Habitat karena Karhutla
Harry mengatakan, berdasarkan informasi dari warga yang pertama kali menemukan, kukang tersebut diduga berpindah ke kawasan permukiman setelah habitatnya terdampak kebakaran lahan.
“Kukang pindah ke area warga karena terdampak lahan terbakar. Kukang menyeberang dan akhirnya tersengat listrik di wilayah Kecamatan Kota Besi,” ujarnya.
Baca Juga: Lemas di Tepi Sungai Lamandau, Anak Orangutan Peluk Warga Saat Diselamatkan
Kukang tersebut kemudian diserahkan kepada aktivis lingkungan untuk mendapatkan perawatan. Penanganannya juga dikoordinasikan dengan BKSDA Pos Sampit.
Muriansyah mengatakan, pihaknya terus berkomunikasi dengan aktivis lingkungan dalam penanganan satwa dilindungi yang ditemukan di wilayah Kotim.
Aktivis bersama BKSDA juga terus memantau kondisi kukang tersebut setelah mendapatkan perawatan.
Temuan ini menjadi perhatian karena kukang merupakan satwa dilindungi yang keberadaannya sangat bergantung pada kondisi habitat alaminya.
Dugaan keterkaitan antara karhutla dan perpindahan kukang ke kawasan permukiman masih perlu dipastikan melalui pemantauan dan pemeriksaan lebih lanjut. (oes)
Editor : Slamet Harmoko