Terdampak Kabut Asap, Bandara Tjilik Riwut sudah Merugi Rp1 Miliar

Dodi Abdul Qadir • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 21:41 WIB
Suasana kabut asap menyelimuti perairan sungai di wilayah Kabupaten Pulang Pisau, Senin (21/9).(dodi/radarsampit)
Suasana kabut asap menyelimuti perairan sungai di wilayah Kabupaten Pulang Pisau, Senin (21/9).(dodi/radarsampit)

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Dampak kabut asap karhutla juga menghantam operasional penerbangan. Pihak Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mengalami kerugian sekitar Rp1 miliar dalam sebulan terakhir.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, mengatakan kerugian tersebut terjadi karena tidak adanya pergerakan pesawat, baik keberangkatan maupun kedatangan. Kondisi itu dipicu jarak pandang yang terganggu asap.

Menurut Made, kondisi tersebut berada di luar kendali pengelola bandara. Otoritas penerbangan juga belum merekomendasikan adanya pergerakan pesawat dari maupun menuju Palangka Raya demi menjamin keselamatan penerbangan.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah penerbangan terpaksa dibatalkan. Sebagian penumpang memilih melanjutkan perjalanan menggunakan moda transportasi lain. Namun, sebagian lainnya masih bertahan dan menunggu kepastian keberangkatan dari Bandara Tjilik Riwut.

Made berharap kondisi jarak pandang segera membaik sehingga aktivitas penerbangan dapat kembali normal."Semoga jarak pandang lebih baik, sehingga pergerakan pesawat kembali normal di Bandara Tjilik Riwut," ucapnya,Senin (21/9).

Disisi lain, gangguan penerbangan juga berdampak langsung kepada penumpang. Salah seorang penumpang, David, 50, mengaku belum mendapat kepastian yang jelas dari pihak maskapai mengenai jadwal keberangkatan.

Sehari sebelumnya, kata dia, para penumpang diminta menunggu hingga 21 September. Namun, ketika kembali menanyakan perkembangan jadwal penerbangan, kepastian masih belum diperoleh.

Baca Juga: Kabut Asap Kacaukan Jadwal Pesawat di Sampit dan Palangka Raya.Jarak Pandang Kurang dari 500 Meter

Selain kehilangan waktu, penumpang juga harus menanggung biaya tambahan selama menunggu. David mengatakan kompensasi yang diterima sejauh ini baru berupa makanan yang diberikan satu kali sehari."Sebelumnya kami membeli makan sendiri dengan harga Rp25 ribu per porsi, tiga kali sehari," ujarnya.

David mengaku, dampak finansial yang ditanggung penumpang cukup besar. Apalagi, ketidakpastian keberangkatan membuat mereka harus mengeluarkan biaya makan selama menunggu."Kalau kerugian, dihitung rupiah, banyak. Yang pasti soal makan. Bayangkan, satu kali makan Rp25 ribu dikali tiga kali sehari," sebutnya.

Sementara itu, perjuangan melawan api belum selesai. Seperti dilakukan Tim BPK Kamboja Palangka Raya yang masih berjibaku memadamkan kebakaran lahan gambut di Jalan Talawang Hapakat dan Jalan Jati Ujung, Senin (21/9).

Ketua BPK Kamboja Sucipto mengatakan petugas bekerja sejak pagi hingga sore. Bara api masih ditemukan di bawah permukaan tanah. Asap juga masih mengepul dari lahan yang terbakar.

“Tanah gambut yang terbakar sudah cukup dalam, sekitar satu sampai dua meter. Kebakaran berlangsung lima sampai tujuh hari sehingga membutuhkan penanganan dan kerja sama yang serius serta sabar,” imbuhnya.

Penanganan juga dilakukan Kodim 1016/Palangka Raya. Personel melakukan pembasahan di sejumlah lokasi yang sebelumnya terbakar, Senin (21/9).

Dandim 1016/Palangka Raya Kolonel Inf Kurniawan Agung Sancoyo mengatakan pembasahan dilakukan untuk memastikan bara yang tersisa tidak kembali menjadi api. Personel menyisir area terdampak dan menyiram bagian lahan yang masih mengeluarkan asap maupun memiliki potensi terbakar kembali.

“Langkah tersebut dilakukan secara berkala, terutama di kawasan yang memiliki karakteristik kering dan mudah terbakar,” terangnya.

Sementara itu, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, mengatakan, Kodam XXII/Tambun Bungai, turut melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan penyerahan Alat Pelindung Diri (APD) secara simbolis kepada Relawan Karhutla Tahun 2026.

Hal itu untuk memastikan kondisi kesehatan dan kesiapan fisik para relawan yang terlibat langsung dalam penanganan Karhutla. Pemeriksaan meliputi pengecekan kesehatan umum sebagai bagian dari upaya menjaga kebugaran dan kesiapan personel selama melaksanakan tugas di lapangan.

“Kodam XXII/TB juga menyerahkan APD secara simbolis kepada para relawan. Dukungan tersebut diberikan untuk memastikan para relawan memiliki perlengkapan keselamatan yang memadai dalam melaksanakan tugas penanganan Karhutla, sekaligus mendukung keselamatan dan kelancaran tugas di lapangan,” pungkasnya. (daq/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
PT Angkasa Pura Indonesia penerbangan Terdampak bandara tjilik riwut palangka raya kabut asap