SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Aksi pemadaman karhutla juga terus dilakukan di Kabupaten Kotawaringin Timur(Kotim), yang menjadi salah satu wilayah di Kalteng dengan titik panas terbanyak. Belakangan ini, titik panas tercatat meningkat disertai dengan kabut asap yang masih menyelimuti Kota Sampit dan sekitarnya, disertai dengan partike abu yang beterbangan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, mencatat puluhan kejadian yang ditangani dalam dua hari terakhir.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Imam Subekti mengatakan,berdasarkan data yang dilaporkan ke pemerintah provinsi maupun Posko dan Pos Lapangan Satgas Pengendalian Karhutla Provinsi Kalteng, hingga Jumat (18/9) terdeteksi sekitar 479 hotspot secara total.
Pada Jumat tersebut, BPBD Kotim menangani delapan kejadian karhutla di sejumlah lokasi. Di antaranya kawasan Jalan Lingkar Kota Sampit, Jalan Bangkuang–Mentawa Baru Ketapang, Perumahan Panca Setia, Perumahan Wengga, Perumahan Bumi Raya, Perumahan Tidar, Jalan Pramuka dan sejumlah lokasi lainnya.
“Hari Jumat kemarin ada delapan dan hari Sabtu pelaporan ada 15 titik yang kita selesaikan dan ada 23 kejadian, baik pemadaman, pengawasan maupun pendinginan,” ujarnya saat ditemui di lokasi pemadaman kebakaran di belakang Kantor Pengadilan Agama, Jalan Sudirman, Sampit, Sabtu (19/9).
Imam juga mengungkapkan, upaya penanganan karhutla di Kotim juga sudah mengerahkan water bombing (bom air) dari udara. Pada Sabtu (19/9) helikopter water bombing sudah beroperasi di Kotim, terutama di wilayah yang memiliki konsentrasi titik panas cukup tinggi.
Salah satu titik yang menjadi sasaran awal water bombing berada di Desa Rawa Sari, Kecamatan Pulau Hanaut, karena jumlah hotspot kembali meningkat. Berdasarkan data per Sabtu (19/9), terdapat sekitar 16 titik api di wilayah Rawa Sari. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan sebelumnya yang hanya terdeteksi dua hotspot.
Baca Juga: Helikopter Water Bombing Tiba di Sampit, Operasi Pemadaman Tunggu Kondisi Cuaca
Diungkapkan Imam, terdapat tiga unit helikopter yang disiapkan untuk water bombing di wilayah Kalimantan Tengah, masing-masing satu unit di Kotim, Palangka Raya dan Pangkalan Bun. Pihaknya berharap, ketiga helikopter itu dapat bergerak sehingga membantu menekan jumlah hotspot yanag masih muncul.
Selain dukungan dari udara, penanganan karhutla di lapangan juga diperkuat melalui keterlibatan sejumlah perusahaan besar swasta (PBS) perkebunan sawit. Beberapa perusahaan bmenambah personel untuk membantu pasokan udara bersih dalam mendukung operasi pemadaman.
“Beberapa PBS yang sudah menambahkan personel untuk suplai udara bersih. Dari NSP ada, Sukajadi, Agro Bukit, ada juga dari Sukajadi Sawit Mekar yang telah menambahkan untuk suplai udara,”papar Imam.
Ia menambahkan, personel gabungan yang bergerak menangani karhutla di lapangan hingga Sabtu, mencapai sekitar 280 orang. Mereka terbagi dalam 28 pembagian tugas yang melakukan pemadaman, pengawasan maupun pendinginan di sejumlah lokasi.
“Dukungan dari unsur perusahaan maupun personel di lapangan diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan, mengingat kabut asap kembali muncul dan sejumlah titik panas masih terpantau di Kotim,” pungkas Imam Subekti. (yn/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama