Bocah Kelas 5 SD Tewas Tertembak Senapan Angin di Antang Kalang, Seperti Ini Kronologinya

Fahry Ilhami Samosir • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 18:01 WIB
Bocah SD di Antang Kalang tewas tertembak senapan angin saat di fasilitas kesehatan. (warga/radar sampit)
Bocah SD di Antang Kalang tewas tertembak senapan angin saat di fasilitas kesehatan. (warga/radar sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Tragedi berdarah terjadi perkebunan kelapa sawit di Desa Tumbang Sepayang, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Sabtu (19/9/2026) sore.

Seorang siswa kelas 5 SD tewas setelah diduga tertembak senapan jenis PCP. Korban sempat dibawa ke Puskesmas Tumbang Sangai untuk mendapatkan penanganan dan pemeriksaan. Namun, korban akhirnya meninggal dunia.

Terduga pelaku diketahui bernama Stefanus, seorang buruh panen kelapa sawit di perusahaan perkebunan di Kecamatan Antang Kalang. 

Usai kejadian, terduga pelaku sempat melarikan diri dan diduga masih berada di dalam areal perusahaan.

Kepala Desa Tumbang Sepayang Akwila membenarkan kejadian tersebut. Dia mengaku belum mengetahui secara persis kronologi yang menewaskan warganya itu.

"Iya, betul. Itu masuk wilayah administrasi saya dan warga saya yang menjadi korban," kata Akwila.

Peristiwa tersebut memicu kemarahan warga dan keluarga korban. Bahkan, warga bersama keluarga korban disebut berupaya memburu keberadaan terduga pelaku yang diduga masih berada di kawasan perusahaan.

Penyisiran dilakukan di sekitar kawasan perkebunan kelapa sawit, termasuk Blok R30 yang diduga menjadi lokasi pelarian terduga pelaku.

Akwila meminta warga menahan diri dan tidak mengambil tindakan sendiri. Dia menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aparat kepolisian.

"Saya tetap meminta agar semua pihak bisa menahan diri dan kita percayakan penanganan ini kepada aparat kepolisian," ujarnya.

Menurut Akwila, berdasarkan informasi yang diterimanya, terduga pelaku melepaskan tembakan saat mencoba senjata jenis PCP. Tembakan tersebut kemudian mengenai korban hingga menyebabkan seorang anak meninggal dunia.

Pengguna Senapan Angin Ditangkap Warga

Pelarian pemilik senapan angin yang menyebabkan seorang bocah kelas 5 SD tewas tertembak di Desa Tumbang Sepayang, Kecamatan Antang Kalang, Kecamatan Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah berakhir.

Stefanus, yang diketahui bekerja sebagai buruh panen kelapa sawit, ditemukan dan diamankan warga sebelum diserahkan kepada kepolisian.

Stefanus, pemilik senapan angin yang menyebabkan bocah SD tewas di Antang Kalang diamankan warga dan diserahkan ke Polsek setempat (Warga/Radar Sampit)
Stefanus, pemilik senapan angin yang menyebabkan bocah SD tewas di Antang Kalang diamankan warga dan diserahkan ke Polsek setempat (Warga/Radar Sampit)

Penangkapan tersebut dilakukan setelah warga melakukan penyisiran di sejumlah titik di areal perusahaan. Emosi warga masih tinggi menyusul kejadian yang menewaskan korban. Namun, keluarga korban berupaya mencegah kemarahan massa berkembang menjadi tindakan main hakim sendiri.

Weldrek, keluarga korban, mengatakan dirinya ikut menenangkan warga yang berupaya mencari keberadaan Stefanus. Ia khawatir situasi semakin memanas dan memunculkan persoalan lain.

“Saya masih sabar karena menenangkan warga yang mencari Stefanus. Saya khawatir nanti merembet ke hal lain. Di lokasi sempat mengarah ke isu kesukuan, tapi saya tidak mau ini terjadi. Saya berupaya bagaimana caranya pelaku ditangkap dan diproses hukum,” katanya.

Menurut Weldrek, keluarga korban menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum. Namun, keluarga meminta agar perkara tersebut diusut secara serius dan terduga pelaku mendapat proses hukum yang adil.

“Kami keluarga meminta diproses hukum yang seadil-adilnya karena sudah menghilangkan nyawa cucu kami,” ujarnya.

Ia juga meminta penyidik mengusut secara menyeluruh terkait penggunaan senjata dalam peristiwa tersebut. Keluarga korban tidak ingin kejadian itu begitu saja dianggap sebagai insiden yang tidak disengaja.

“Jangan sampai dialihkan ini dengan ketidaksengajaan menembak korban itu,” tegasnya.

Weldrek mengatakan, dirinya bersama warga terus berupaya menemukan keberadaan terduga pelaku sejak kejadian. Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil ketika Stepanus ditemukan di dalam areal perusahaan.

“Sudah ditangkap dan kami warga ini yang menangkapnya. Kalau kami ikuti emosi, sudah habis dia di lokasi karena massa yang hadir sangat banyak membawa senjata tajam. Kami masih menghargai adanya hukum,” katanya.

Setelah berhasil diamankan, Stefanus kemudian dibawa kepada pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum. Langkah tersebut dilakukan agar perkara yang menewaskan korban diselesaikan melalui jalur hukum, bukan dengan tindakan main hakim sendiri.

Selanjutnya keluarga korban berencana memakamkan korban pada hari yang sama. Weldrek juga menyatakan dirinya ikut mengantar Stefanus kepada polisi setelah diamankan warga.

Sikap tersebut dilakukan untuk memastikan situasi tetap terkendali sekaligus memberikan kesempatan kepada aparat penegak hukum mengungkap secara terang perkara yang menewaskan siswa SD tersebut.

Diamankan ke Mapolres Kotawaringin Timur

Kapolres Kotim AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra melalui Kasi Humas Polres Kotim Iptu Edi Walujo membenarkan pemindahan pengamanan terhadap Stefanus, pemilik senapan angin yang menyebabkan satu bocah SD tewas tertembak.

"Benar. Sejak pagi tadi pelaku sudah dibawa ke sini (Polres Kotim-red)," kata Edi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (20/9/2026)

Edi mengatakan, terduga pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif. Polisi masih menggali kronologi kejadian, termasuk motif hingga senjata tersebut bisa mengenai korban.

"Untuk sementara ini masih dalam pemeriksaan. Nanti jika ada informasi lebih lanjut akan disampaikan," ujarnya. (sir/ang/sla)

 

Editor : Slamet Harmoko
bocah tertembak senapan angin penembakan bocah anak tertembak senapan angin antang kalang