Sepekan Berlalu, Keluarga Korban KM Virgo Transport 8 Soroti Lambannya Proses Evakuasi

M. Akbar • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 18:48 WIB
KM Virgo Transport 8.(Foto : maritimhub.kemenhub.go.id)
KM Virgo Transport 8.(Foto : maritimhub.kemenhub.go.id)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Sepekan setelah Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 tenggelam di perairan Laut Jawa, keluarga korban masih menunggu kabar mengenai penumpang yang belum ditemukan.

Kerabat Helianto dan Novika Liana, dua penumpang asal Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menyoroti proses evakuasi yang dinilai lamban serta minimnya informasi yang diterima keluarga.

Kerabat korban, Wahito Fajriannor, mengatakan hingga kini belum ada koordinasi dari tim evakuasi dengan keluarga terkait perkembangan terbaru pencarian maupun penemuan penumpang KM Virgo Transport 8 yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin.

“Belum, sampai saat ini belum ada koordinasi dari pihak tim evakuasi kepada keluarga korban terkait adanya informasi penemuan penumpang kapal KM Virgo,” kata Wahito, Sabtu (19/9).

Ia bersama sejumlah keluarga korban lainnya mengaku kecewa terhadap proses penanganan pascakejadian. Menurutnya, keluarga mempertanyakan skala prioritas dalam proses evakuasi, terutama terhadap kemungkinan adanya korban yang masih berada di dalam kapal.

“Kami dan beberapa keluarga korban yang lain agak sedikit kecewa terhadap manajemen kapal dan juga tim evakuasi. Kami menyayangkan lambannya tim evakuasi dalam menentukan skala prioritas proses evakuasi,” ujarnya.

Wahito menilai upaya terhadap kapal seharusnya dapat dilakukan ketika KM Virgo masih dalam kondisi mengapung meskipun terbalik.

Menurut dia, kondisi tersebut seharusnya menjadi pertimbangan untuk menarik kapal ke lokasi yang lebih mudah dijangkau sehingga proses evakuasi dapat dilakukan.

“Kenapa tidak pada hari pertama atau kedua, ketika posisi kapal belum tenggelam, ada upaya untuk membawa kapal ke pinggir atau ke daratan?” terangnya.

Ia mengatakan, pada hari pertama insiden terdapat sejumlah kapal yang berada di lokasi untuk melakukan evakuasi. Berdasarkan informasi yang diterimanya, sekitar tujuh hingga delapan kapal terlibat dalam proses tersebut.

Menurut Wahito, apabila pencarian di sekitar lokasi tidak menemukan korban tambahan, perlu ada langkah khusus untuk memastikan kemungkinan korban masih berada di dalam kapal.

“Kalau di hari pertama dengan banyaknya tim evakuasi itu tidak menemukan korban lagi, seharusnya ada tindakan khusus, terutama upaya menarik kapal ke pinggir agar memudahkan evakuasi korban yang mungkin terjebak di dalam,” ungkapnya.

Wahito juga mempertanyakan upaya penanganan kapal yang menurutnya baru dilakukan setelah kapal benar-benar tenggelam. Ia berharap pencarian terhadap penumpang yang masih belum ditemukan dapat terus dilakukan.

“Pada saat insiden terjadi, kapal itu sebenarnya masih mengapung walaupun dalam kondisi terbalik. Harusnya bisa ditindaklanjuti dengan mencoba menarik kapal itu ke permukaan atau ke daratan,” tuturnya.

Hingga sepekan pascakejadian, keluarga korban masih menanti informasi resmi mengenai perkembangan pencarian. Mereka berharap tim evakuasi memberikan informasi secara berkala dan proses pencarian terhadap penumpang yang belum ditemukan dapat terus dilakukan.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
novika liana helianto KM virgo transport 8 tenggelam Evakuasi Korban KM Virgo Transport 8