Enam Korban Meninggal KM Virgo Transport 8 Teridentifikasi, Inilah Daftar Namanya

Slamet Harmoko • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 07:55 WIB
Petugas gabungan memindahkan kantong jenazah korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8 dari helikopter ke mobil untuk dibawa ke RS Bhayangkara di Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (14/9/2026). Tim SAR gabungan yang terdiri atas Basarnas, Polri, dan TNI AU mengevakuasi satu korban luka dan satu jenazah korban KMP Virgo Transport 8 melalui jalur udara. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom.
Petugas gabungan memindahkan kantong jenazah korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8 dari helikopter ke mobil untuk dibawa ke RS Bhayangkara di Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (14/9/2026). Tim SAR gabungan yang terdiri atas Basarnas, Polri, dan TNI AU mengevakuasi satu korban luka dan satu jenazah korban KMP Virgo Transport 8 melalui jalur udara. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom.

Radarsampit.jawapos.com – Enam jenazah korban KMP Virgo Transport 8 telah teridentifikasi hingga Selasa (15/9/2026). Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri meminta keluarga yang kehilangan anggota keluarganya segera melapor agar proses identifikasi korban berikutnya dapat dilakukan lebih cepat.

Lima jenazah terbaru berhasil diidentifikasi setelah Tim DVI mencocokkan data post mortem dengan data ante mortem (AM) yang diperoleh dari keluarga korban.

Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr. Muchammad Sofwan mengatakan, kelima korban tersebut adalah Nurul Rian Hidayat, 33, asal Pamekasan, Jawa Timur; Deni Rizal Saputra, 29, asal Kediri, Jawa Timur; dan Imam Suparno, 66, asal Surabaya, Jawa Timur.

Dua korban lainnya yakni Erick Maisul Latif, 37, dan Risyan Kurnia Putra, 28. Keduanya berasal dari Garut, Jawa Barat.

Identifikasi dilakukan menggunakan sejumlah metode, mulai dari sidik jari, ciri medis, hingga properti yang ditemukan bersama jenazah.

Sebelumnya, Reyner Fausta Yosilianto, 22, asal Dusun Claket, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menjadi korban pertama yang berhasil diidentifikasi.

Identitas Reyner diketahui melalui catatan medis dan sidik jari. Jenazahnya telah diberangkatkan ke Malang dan dimakamkan pada Selasa siang.

“Sehingga total jumlah jenazah yang sudah teridentifikasi sampai hari ini sejumlah enam jenazah,” ujar Sofwan.

Sidik Jari Percepat Identifikasi

Kabid DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol Wahyu Hidajati mengatakan, proses identifikasi sejauh ini relatif cepat karena kondisi jenazah yang ditemukan masih memungkinkan untuk dilakukan pengambilan sidik jari.

“Semua jenazah yang ditemukan bisa teridentifikasi dengan cepat karena kondisi jenazah relatif bagus,” jelasnya.

Menurut Wahyu, kondisi jenazah saat ditemukan relatif utuh meski mengalami pembengkakan. Sidik jari sejumlah korban masih dapat diambil dan dicocokkan dengan data kependudukan.

Proses identifikasi juga terbantu apabila korban masih mengenakan pakaian, membawa dompet, atau memiliki identitas pribadi.

Namun, kondisi tersebut diperkirakan dapat berubah seiring bertambahnya waktu pencarian. Semakin lama jenazah berada di laut sebelum ditemukan, kondisi fisiknya berpotensi mengalami perubahan sehingga proses identifikasi menjadi lebih sulit.

Karena itu, metode identifikasi terhadap korban yang ditemukan berikutnya dapat membutuhkan waktu lebih lama.

DVI Minta Keluarga Segera Melapor

Tim DVI meminta keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya dalam musibah KMP Virgo Transport 8 segera melapor ke posko ante mortem.

Pelaporan tidak harus dilakukan di Banjarmasin. Keluarga dapat mendatangi posko yang tersedia di Polda Jawa Timur, Polda Jawa Barat, Polda Kalimantan Selatan, maupun Biddokkes dan Rumah Sakit Bhayangkara setempat.

Data dari keluarga akan menjadi penting apabila kondisi jenazah tidak lagi memungkinkan untuk diidentifikasi melalui sidik jari. Salah satunya untuk menyediakan sampel DNA pembanding.

“Ke depan, kami akan membutuhkan sampel DNA pembanding. Dan itu berarti kita harus bekerja sama dengan keluarga,” tegas Wahyu.

Hingga Selasa, tercatat 88 laporan kehilangan masuk melalui Polda Kalsel. Sementara itu, Polda Jatim menerima 43 laporan dan Polda Jateng dua laporan.

Jumlah tersebut masih dapat bertambah seiring berjalannya proses pencarian dan masuknya laporan dari keluarga.

Selain menunggu laporan, Tim DVI juga menelusuri identitas korban yang belum diketahui. Salah satu caranya dengan mencocokkan sidik jari dengan data kependudukan, kemudian menelusuri alamat korban melalui kepolisian di daerah asal.

Menurut Wahyu, dalam beberapa kasus, keluarga bahkan belum melaporkan kehilangan anggota keluarganya.

Karena itu, penelusuran lanjutan diperlukan untuk memastikan orang yang telah teridentifikasi memang merupakan penumpang KMP Virgo Transport 8. (jpg)

Editor : Slamet Harmoko
Sumber : Radar Banjarmasin
korban KM Virgo Transport Teridentifikasi Identitas Korban KM Virgo Transport 8