Orangutan bernama Sari dan Anaknya Berhasil Diselamatkan dari Karhutla di Kotawaringin Barat

Syamsudin Danuri • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 22:09 WIB
Seekor induk Orangutan yang diberi nama Sari saat proses evakuasi bersama anaknya, dari lokasi kebakaran lahan di Desa Medang Sari, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kobar, baru-baru tadi.(istimewa/BKSDA)
Seekor induk Orangutan yang diberi nama Sari saat proses evakuasi bersama anaknya, dari lokasi kebakaran lahan di Desa Medang Sari, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kobar, baru-baru tadi.(istimewa/BKSDA)

PANGKALAN BUN,radarsampit.jawapos.com-Hewan dilindungi kembali ditemukan menjadi korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kali ini seekor induk orangutan bersama anaknya, ditemukan di sebuah lahan terbakar di Desa Medang Sari, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Kedua satwa tersebut kemudian diselamatkan tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah bersama mitra.Penyelamatan Minggu (13/9/2026), setelah tim menerima laporan warga bernama Eko.

Kemudian pengamatan di lokasi turut dibantu Suparto sebelum tim BKSDA bergerak melakukan rescue bersama Orangutan Foundation International (OFI).

Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pangkalan Bun, BKSDA Kalteng, Handi Nasoka, mengatakan tim tiba di lokasi sekitar pukul 14.04 WIB, kemudian melakukan pembiusan orangutan yang berada di atas pohon itu, untuk memudahkan proses evakuasi.

Baca Juga: Area Konservasi Orangutan di Kotawaringin Barat Terancam

Saat proses evakuasi, didapati ternyata merupakan induk betina yang sedang membawa anak. Induk tersebut diberi nama Sari, diperkirakan berusia sekitar 20 tahun dengan berat 38,5 kilogram. Sedangkan anaknya juga berjenis kelamin betina, diperkirakan baru berusia 1–2 bulan dengan berat sekitar 1 kilogram.

Proses evakuasi berlangsung sekitar dua jam. Setelah dibius, tubuh Sari masih tersangkut di atas pohon dalam kondisi tertidur. Salah seorang staf BKSDA kemudian memanjat pohon untuk membantu melepaskan induk orangutan tersebut hingga akhirnya keduanya berhasil dievakuasi dari lokasi.

"Selanjutnya akan dilakukan pengujian laboratorium dan pemeriksaan lebih lanjut di OCCQ," terang Handi, Jumat (18/9/2026).

 Sari dan anaknya selanjutnya dibawa untuk menjalani pemeriksaan di Orangutan Care Center and Quarantine (OCCQ) guna mengetahui kondisi kesehatan keduanya setelah ditemukan di kawasan yang terbakar.

Dalam penyelamatan itu, BKSDA menurunkan dokter hewan Yudik Rizky dan Mujali, sedangkan OFI melibatkan dokter hewan Rani, Rio, dan Sigit. (sam/gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
Desa MEdang Sari Orangutan diselamatkan bksda dievakuasi