PANGKALAN BUN,radarsampit.jawapos.com- Angin kencang dan gelombang tinggi berpotensi terjadi di perairan Kalimantan Tengah pada 17-20 September 2026. BMKG memprakirakan kecepatan angin maksimum mencapai 26 knot atau sekitar 47 kilometer per jam.
Forecaster on Duty BMKG Kotawaringin Barat (Kobar) Ni Kadek Trisna Dewi, mengatakan pola angin di wilayah perairan Kalteng umumnya bergerak dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan 16-19 knot atau sekitar 29-34 kilometer per jam.
“Kecepatan angin tersebut diprakirakan dapat mencapai maksimum 26 knot. Kondisi ini berpotensi meningkatkan tinggi gelombang di wilayah perairan selatan Kalimantan Tengah,” ungkapnya, Kamis (17/9).
BMKG memprakirakan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Kumai, Perairan Kuala Pembuang, Perairan Teluk Sampit, dan Perairan Kuala Kapuas.
Menurut Ni Kadek, kondisi cuaca di wilayah perairan Kalimantan Tengah secara umum diprakirakan cerah berawan. Namun, aktivitas pelayaran tetap perlu memperhatikan kondisi angin dan gelombang.
BMKG menyebut perahu nelayan mulai berisiko terhadap keselamatan ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter.
Baca Juga: Berangkat Saat Cuaca Cerah, Gelombang di Lokasi Hilangnya Virgo Transport 8 Capai 2,5 Meter
Sementara kapal tongkang berisiko ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Dengan kondisi tersebut, nelayan dan operator kapal diimbau memantau perkembangan informasi cuaca sebelum melakukan aktivitas pelayaran. Kondisi angin dan gelombang perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan keamanan perjalanan.
"Kami mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa pelayaran, tetap mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di perairan Kalteng, selama periode tersebut," ungkapnya.
Terpisah, Kepala PT. Dharma Lautan Utama (DLU) Kumai, Agus Supriyanto dikonfirmasi mengatakan, sejumlah armada miliknya hingga saat ini masih tetap berlayar sesuai jadwal.
"Alhamdulillah, masih toleransi jadi kapal tetap berangkat sesuai jadwal," ungkap Agus di konfirmasi, Jumat (18/9).
Tidak jauh berbeda disampaikan, Andry Yudha Prawira selaku Kepala Cabang PT PELNI (Persero) Kantor Cabang Kumai/Pangkalan Bun. Menurut Yudha, kapal tetap berangkat hanya sempat mundur karena ada antrian kapal di pelabuhan sebelumnya. Namun kapal tetap berangkat di hari dan waktu yang sama.
"Untuk cuaca, baik gelombang laut dan kabut asap sampai saat ini belum mempengaruhi keberangkatan serta kedatangan kapal pelni di Kumai," jawabnya. (sam/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama