SAMPIT TAK LAGI AMAN! Perempuan Diadang Perampok di Jalur Sepi hingga Kehilangan Perhiasan dan HP

Fahry Ilhami Samosir • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 21:25 WIB
ilustrasi perampokan/mode AI
ilustrasi perampokan/mode AI

 

Radarsampit.jawapos.com - Berangkat kerja di pagi hari yang tenang, Syifa Aurahmah tak pernah membayangkan perjalanannya membelah jalur Kota Besi – Sampit justru berakhir mencekam usai diadang perampok di area sepi bekas Karhutla.

 Pagi itu, Rabu (16/9/2026), matahari belum sepenuhnya tinggi ketika Syifa Aurahmah (20) memacu sepeda motornya keluar dari rumah di Kecamatan Kota Besi, Kotawaringin Timur (Kotim).

Seperti hari-hari biasanya, sekitar pukul 07.30 WIB, ia harus membelah jalanan sepanjang puluhan kilometer menuju Sampit untuk mengadu nasib, mencari nafkah demi keluarga.

Baca Juga: Upaya Menjaga Kesehatan Paru-Paru Bagi Mereka Yang Berjibaku Melawan Karhutla di Lapangan

Namun, perjalanan rutin itu mendadak berubah menjadi petaka yang tak akan pernah ia lupakan.

Sejak roda motornya mulai berputar meninggalkan pemukiman, sebuah bayangan asing terus membuntutinya dari belakang. Seorang pria tak dikenal, menunggangi sepeda motor, mengintai setiap gerak-gerik Syifa. Pria itu terus mengekor, menunggu saat yang paling tepat untuk menerkam korbannya.

Momen fatal itu akhirnya tiba di kilometer 7, Kecamatan Baamang. Area tersebut merupakan kawasan yang membisu, bekas lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih dibentangi garis polisi.

Baca Juga: Bobol Rumah Warga, Akmal Gasak Rp7,38 Juta lalu Habiskan Uang Curian untuk Judi Online dan Sabu

Pagi itu, tak ada deru mesin kendaraan lain, tak ada lalu lalang warga. Sepi menelan koridor jalan tersebut, menjadikannya panggung sempurna bagi sang pelaku.

Tanpa peringatan, pria itu memotong laju motor Syifa dan menghadangnya. Di tengah kecemasan yang membuncah, ancaman dilayangkan: pelaku menuntut motor yang dikendarai Syifa.

Di bawah ancaman, naluri Syifa untuk mempertahankan harta berharga keluarganya muncul. Dengan suara gemetar, ia mencoba bernegosiasi demi menyelamatkan aset terbesar ibunya.

Baca Juga: Duel Parang dan Besi Berujung Maut, Tersangka Peragakan Kembali Detik-Detik Pembunuhan di Lamandau

"Jangan ambil motor ini, ini punya ibu saya. Kalau mau, ambil barang-barang saya saja," ratap Syifa memohon, sebagaimana diceritakan kembali oleh kakaknya, Nila.

Pelaku menerima penawaran paksa tersebut. Tanpa belas kasihan, barang-barang pribadi Syifa dirampas satu per satu. Telepon genggam iPhone 13 berwarna pink miliknya disambar.

Tak berhenti di situ, pelaku membuka paksa jaket Syifa, lalu menarik kalung yang melingkar di lehernya. Dua gelang dan empat cincin emas yang melekat di tubuhnya dicopot, bahkan KTP milik korban pun turut digondol sebelum pelaku tancap gas melesat hilang ditelan sunyinya jalanan.

Baca Juga: Jalan Sempit Bikin Dua Truk Tak Bisa Berpapasan, Sesama Sopir Berujung Adu Bogem di Telawang

Syifa ditinggalkan sendirian di tepi jalan yang sepi, berselimut trauma dan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp16 juta. Di lokasi bekas karhutla yang meranggas itu, tak ada tempat baginya untuk berteriak meminta tolong.

Kini, jeratan trauma itu tak hanya membayangi Syifa, tetapi juga keluarga dan para penglaju yang saban hari menggantungkan hidupnya di jalur Kota Besi – Sampit.

Pihak keluarga telah resmi melaporkan kejadian ini ke Kepolisian, berharap pelaku bisa segera diringkus dan rasa aman bisa kembali menyelimuti jalanan raya tersebut. (sir/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
sampit tidak aman kriminalitas perampokan begal Kejahatan