Cerita Korban Selamat KM Virgo Transport 8, Nekat Lompat ke Laut Saat Kapal Terbalik

Slamet Harmoko • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 14:39 WIB
Korban selamat KM Virgo Transport 8, Mia Melinda (28), menjalani perawatan intensif di RS TNI AU Lanud Sjamsudin Noor (sheilla/radar banjarmasin)
Korban selamat KM Virgo Transport 8, Mia Melinda (28), menjalani perawatan intensif di RS TNI AU Lanud Sjamsudin Noor (sheilla/radar banjarmasin)

Radarsampit.jawapos.com – Tiga hari setelah musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, kondisi Mia Melinda (28), salah satu korban selamat yang dievakuasi melalui udara, dilaporkan semakin membaik. Mia kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit TNI AU Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Warga asal Kendal, Jawa Tengah, itu didampingi suaminya selama menjalani perawatan. Mia sebelumnya dievakuasi menggunakan Helikopter Dauphin HR 3601 milik Basarnas dan mendarat di Lanud Sjamsudin Noor pada Senin (14/9/2026) pukul 14.00 Wita.

Sebelum dievakuasi melalui udara, Mia sempat diselamatkan kapal tunda yang melintas di sekitar lokasi kejadian.

“Kondisinya sudah mendingan dan jauh lebih enakan. Sekarang sudah ada suami yang mendampingi,” ujar Mia saat ditemui di rumah sakit, Rabu (16/9/2026).

Mia yang bekerja sebagai kru musik di kapal rute Surabaya–Banjarmasin tersebut kemudian menceritakan detik-detik mencekam saat kapal dihantam cuaca buruk. Ia mengaku sudah memiliki firasat kurang menyenangkan sejak awal keberangkatan.

Lompat Saat Kapal Terbalik

Menurut Mia, suara ketukan keras berulang kali terdengar dari badan kapal ketika gelombang besar menghantam. Kepanikan mencapai puncaknya menjelang tengah malam.

Koridor kapal mulai menanjak karena badan kapal perlahan miring. Sejumlah kru dari dek bawah berlarian menuju lantai atas sembari memperingatkan penumpang agar segera terbangun.

Mia yang baru bekerja sekitar satu minggu di kapal tersebut belum menghafal jalur evakuasi. Namun, ia nekat berlari dan memanjat menuju dek paling atas.

“Posisi kapal sudah miring sekali. Saya bertahan di railing (pagar) kapal atas, lalu nekat melompat tepat saat kapal terbalik penuh. Kepala saya sempat bentur besi-besi kapal. Kalau tidak nekat lompat, mungkin saya sudah ikut tenggelam ke bawah,” ungkapnya.

Mengenakan jaket pelampung, Mia terlempar cukup jauh dari badan kapal sehingga terhindar dari pusaran air.

Ia kemudian terombang-ambing di laut lepas sejak tengah malam hingga sekitar pukul 05.00 Wita. Setelah itu, Mia akhirnya ditolong kapal tunda dan tongkang yang melintas.

Berbeda dengan korban selamat lainnya yang dipindahkan ke Kapal Haida, Mia harus mendapat penanganan khusus tim SAR di atas tongkang. Ia mengalami lebam berat pada kaki sehingga tidak mampu memanjat tangga kapal.

Suami Sempat Cemas

Keselamatan Mia menjadi kelegaan bagi Sutopo, suaminya. Saat kejadian, Sutopo berada di Kalimantan Timur dan sempat kehilangan kontak dengan istrinya sejak pukul 02.20 Wita.

Kecemasan semakin besar ketika data korban selamat Kapal Haida yang dirilis Minggu sore seluruhnya berjenis kelamin laki-laki.

“Waktu lihat data korban selamat semuanya laki-laki, tidak ada nama istri saya, badan saya langsung lemas. Saya cuma bisa ngabarin mertua dan nunggu keajaiban,” tutur Sutopo.

Kabar mengenai kondisi Mia akhirnya diterima Sutopo pada Senin sore. Informasi tersebut disampaikan melalui pesan dari akun resmi Basarnas di media sosial TikTok yang mengonfirmasi keberadaan Mia dalam kondisi selamat.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita mengatakan kondisi Mia stabil dan terus dipantau tim medis.

“Kondisi pasien secara umum selamat dan sudah bisa berkomunikasi dengan baik. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan ada cedera lebam dan luka ringan di bagian kepala,” terang Kolonel Pnb Hilman.

Pihak rumah sakit telah melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh dan rontgen untuk memastikan tidak terdapat cedera dalam yang serius. (JPG)

Editor : Slamet Harmoko
Sumber : Radar Banjarmasin
KM Virgo Transport 8 Mia Melinda korban