SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menemukan dua merek beras fortifikasi bermasalah yang masih dipajang di sejumlah swalayan di Sampit.
Temuan tersebut ditindaklanjuti dengan meminta pihak swalayan menarik produk dari peredaran.
Pengawasan dilakukan setelah Kementerian Pertanian (Kementan) RI menemukan sejumlah beras fortifikasi yang tidak sesuai dengan standar klaim gizi dan ketentuan izin edar.
Menindaklanjuti temuan tersebut, petugas DPKP Kotim menyisir sejumlah pusat perbelanjaan, swalayan, serta ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart.
Baca Juga: 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Bermasalah, Kerugian Capai Rp89 Triliun
Kepala DPKP Kotim Yephi Hartady Periyanto mengatakan, pengawasan melalui kegiatan Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) difokuskan pada produk beras yang mencantumkan klaim fortifikasi atau kandungan gizi tertentu.
Petugas memeriksa kondisi produk, label kandungan gizi, serta legalitas dan izin edar yang tercantum pada kemasan.
“Ada ditemukan di sejumlah swalayan. Ada dua merek yang ditemukan, yaitu Anak Raja Nusantara dan Putri Koki. Pihak swalayan langsung kami minta untuk menarik produk tersebut dari peredaran,” kata Yephi, Jumat (18/9).
Menurutnya, penertiban tidak hanya dilakukan pada ritel modern dan swalayan besar. DPKP juga mewaspadai kemungkinan beras bermasalah tersebut beredar melalui pedagang pengecer kecil dan toko sembako di pasar tradisional.
“Yang dikhawatirkan di tingkat pengecer kecil, ada kemungkinan peredarannya di sana sudah ada atau masih berjalan. Makanya pengawasan akan terus kita tingkatkan,” ujarnya.
Yephi mengimbau masyarakat lebih teliti saat membeli beras kemasan, terutama produk yang mencantumkan klaim kandungan gizi khusus atau fortifikasi. Konsumen diminta memperhatikan informasi pada kemasan, termasuk label dan legalitas produk.
Adapun 25 merek beras yang disebut pemerintah tidak sesuai dengan standar klaim gizinya, yakni Idola Fortifikasi, Idola High Quality Whole Grain Rice, Idola Long Grain Rice, Ikan Mas Cupang, AAA Wijaya Kusuma, Cantik Manis, Penari Bangkok, Topi Koki Short Grain, Topi Koki Setra Royale, Topi Koki Long Grain Crystal, HOK-1 Gohan, Maknyuss Pulen Gizi, Anak Raja Fortifikasi, Anak Raja Nusantara, Top Anak Raja, PMS Induk Ayam, Sumo, Rasvit, FS Nutri Rice, Pelikan, Rice Rojolele, Super Kepala Beras Premium 111, 111 Golden Number, Putri Koki, dan Wellfarm Beras Diabetes.
Yephi menegaskan, pengawasan PSAT akan terus dilakukan untuk memastikan pangan segar yang beredar di Kotim memenuhi ketentuan keamanan pangan dan persyaratan yang berlaku.
Langkah tersebut, kata dia, merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah melindungi masyarakat serta memastikan pangan yang beredar aman, bermutu, dan layak dikonsumsi. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko