Inilah Penampakan Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Pertama Milik Indonesia

Slamet Harmoko • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 22:30 WIB
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi memasuki perairan Indonesia untuk berlayar ke Jakarta pada Kamis (17/9). (TNI AL)
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi memasuki perairan Indonesia untuk berlayar ke Jakarta pada Kamis (17/9). (TNI AL)

 

JAKARTA – Kapal induk Giuseppe Garibaldi milik Angkatan Laut Italia yang dihibahkan kepada Indonesia telah memasuki perairan Indonesia. Kapal tersebut dijadwalkan tiba di Jakarta, Jumat (18/9), setelah berlayar dari Italia sejak 25 Agustus 2026.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul membenarkan kedatangan kapal tersebut saat dikonfirmasi awak media, Kamis (17/9).

”Benar, ITS Giuseppe Garibaldi telah memasuki Perairan Indonesia, rencananya besok Jumat, 18 September akan tiba di Jakarta,” kata Tunggul.

Kedatangan kapal induk tersebut dikawal dua fregat kelas Brawijaya, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321. TNI AL juga mengerahkan dua pesawat udara, yakni CN-235 dan NC-212.

Keempat alutsista tersebut bergerak bersama mengawal Giuseppe Garibaldi saat memasuki wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I.

“ Kedatangan kapal induk perdana ini dikawal langsung oleh 2 Fregat kelas Brawijaya yaitu KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321 saat memasuki Perairan ALKI I Kamis (17/9),” ungkap Tunggul.

Bersandar di Tanjung Priok

Setibanya di Jakarta, Giuseppe Garibaldi dijadwalkan bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Panglima TNI, Kapolri, dan para kepala staf dijadwalkan hadir dalam kedatangan kapal tersebut.

Setelah proses serah terima, kapal induk tersebut akan digunakan untuk mendukung Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali sebelumnya mengatakan, penggunaan kapal akan lebih banyak difokuskan untuk OMSP, termasuk operasi penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan. Namun, kapal tersebut tetap disiapkan untuk mendukung OMP.

“Kalau untuk OMSP, untuk penanggulangan bencana, operasi kemanusiaan, itu tidak perlu dikawal. Jadi, nanti fungsi dari kapal induk ini mungkin saat ini lebih difokuskan kepada OMSP, namun kita siapkan juga untuk OMP,” terang Ali pada 9 September lalu.

Jadi Pangkalan Helikopter

Sesuai keterangan Presiden Prabowo Subianto, kapal induk tersebut rencananya akan diberi nama KRI Gadjah Mada atau KRI Sriwijaya. Kapal ini akan difungsikan sebagai pangkalan helikopter dan drone, termasuk untuk mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Untuk Karhutla, helikopter yang bisa dibawa lebih dari 10. Itu nanti rencananya tidak hanya helikopter Angkatan Laut saja, jadi helikopter Angkatan Darat, helikopter Angkatan Udara juga bisa menggunakan kapal induk ini sebagai platform pangkalan yang berjalan, yang bergerak di atas laut,” jelas Ali.

Menurut Ali, pilot helikopter TNI Angkatan Darat dan TNI Angkatan Udara telah melakukan latihan serta simulasi pendaratan di atas geladak kapal perang TNI AL.

Latihan tersebut dilakukan menggunakan kapal Landing Platform Dock (LPD) yang berukuran lebih kecil dibandingkan kapal induk. Ali menyebut kemampuan mendarat di LPD akan memudahkan pilot saat melakukan pendaratan di kapal induk.

“Latihannya di kapal LPD yang lebih kecil dari kapal induk. Kalau itu sudah bisa, pasti di kapal induk akan lebih mudah,” imbuhnya.

Untuk penanggulangan karhutla, keberadaan kapal sebagai pangkalan bergerak dinilai dapat mempermudah operasi udara. Helikopter dapat mengambil air untuk water bombing sekaligus melakukan pengisian bahan bakar di kapal.

“ Kemudian pembagian logistik bencana juga akan lebih mudah. Dari satu titik, helikopter bisa kembali lagi ke kapal induk, di situ sudah tersedia bahan bakar avtur yang diperlukan oleh heli,” beber Ali. (jpg)

Editor : Slamet Harmoko
kapal induk indonesia kapal induk Giuseppe Garibaldi kapal induk italia tni al Hibah