Radarsampit.jawapos.com - Sebuah mobil Toyota Fortuner berwana putih tertabrak Kereta Api (KA) Ijen Ekspres relasi Malang-Ketapang.
Peristiwa itu terjadi di petak jalan Tanggul-Bangsalsari, tepatnya di KM 173+060, Kabupaten Jember, pada Kamis (17/9) sekitar pukul 12.05 WIB.
Kejadian itu mengakibatkan satu orang bernama Yusril Nur Ibnu yang merupakan pengemudi mobil itu meninggal dunia.
Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro menjelaskan kejadian itu bermula saat mobil berjenis SUV itu melaju dari arah selatan.
Baca Juga: SDN 4 Palangka Masuk Prioritas Pembenahan, Pemkot Siapkan Usulan Perbaikan lewat APBD 2027
Disaat bersamaan, melintas KA Ijen Ekspress dari arah Malang menuju Ketapang, Banyuwangi.
"Masinis KA 239F (Ijen Ekspres) sebelumnya telah memberikan semboyan 35 atau isyarat peringatan secara berulang kali. Namun karena jarak yang sudah terlalu dekat, kejadian temperan tidak dapat dihindarkan," kata Cahyo saat dikonfirmasi, Kamis (17/9).
Cahyo menuturkan pengemudi diduga tidak menaati rambu lalu lintas dengan melintas di perlintasan tersebut dan berhenti sejenak ketika hendak melalui perlintasan sebidang.
Baca Juga: Lahan Sawah Tetap Produktif Saat Kemarau, Petani Seruyan Pilih Tanam Semangka dan Mentimun
"Tabrakan itu mengakibatkan KA Ijen Ekspres berhenti luar biasa untuk dilakukan pemeriksaan, sedangkan mobil Fortuner sempat terseret sejauh kurang lebih 1 kilometer," jelasnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan, pada pukul 12.19 WIB kereta dinyatakan aman dan kembali melanjutkan perjalanan dari lokasi kejadian. Seluruh petugas kereta api dan penumpang dalam kondisi selamat.
"Peristiwa tersebut KA Ijen Ekspres mengalami keterlambatan selama 46 menit dan terdapat kerusakan pada lampu kabut lokomotif. Namun demikian, perjalanan kereta api di lintas tersebut tetap berjalan normal dan aman," kata dia.
KAI Daop 9 Jember menyampaikan prihatin atas insiden tersebut dan mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat melintasi perlintasan sebidang.
Baca Juga: Bupati Gumas Ingatkan Aparatur RSUD Kuala Kurun, Persoalan Kecil Jangan Dibiarkan hingga Jadi Besar
"Kami mengimbau dengan tegas kepada seluruh masyarakat agar tidak bersikap abai saat melintasi perlintasan sebidang. Selalu berhenti sejenak ketika hendak melewati perlintasan sebidang," katanya.
Dia menegaskan Jangan mempertaruhkan nyawa hanya karena terburu-buru. Sebab kereta api tidak dapat berhenti mendadak dan memiliki jarak pengereman yang panjang.
"Disiplin dan kepatuhan pengguna jalan menjadi kunci utama untuk mencegah terulangnya kejadian serupa," ujarnya. (*/jpg)
Editor : Farid Mahliyannor