BANDUNG, radarsampit.jawapos.com – Karya featured dari Jurnalis Radar Sampit meraih Juara 3 kategori media cetak dalam Lomba Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan Tahun 2026. Penghargaan tersebut diraih Heru Prayitno melalui karya berjudul Menunggak Sesaat, Sesal Pun Berlipat.
Penghargaan diberikan BPJS Kesehatan kepada 15 jurnalis pemenang dari lima kategori, yakni media cetak, media online, photostory jurnalistik, televisi, dan radio. Penghargaan diserahkan dalam acara di Bandung, Rabu (16/9/2026) malam.
Lomba tersebut menjadi bentuk apresiasi BPJS Kesehatan terhadap kontribusi jurnalis dalam mengedukasi masyarakat mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan, karya jurnalistik turut membuka wawasan masyarakat mengenai pentingnya perlindungan jaminan kesehatan, inovasi BPJS Kesehatan, serta keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga keberlangsungan Program JKN.
“Media massa merupakan komponen penting yang menghubungkan BPJS Kesehatan, pemerintah, masyarakat, dan stakeholders lainnya. Media membantu membuka ruang-ruang perbaikan bagi penyelenggaraan Program JKN ke depan, kami terbuka terhadap kritik dan masukan yang konstruktif,” ujar Pujo.
Lomba Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan 2026 mendapat respons dari jurnalis media massa lokal maupun nasional. Sebanyak 236 karya diterima dan mengikuti proses penilaian.
Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang dinilai profesional dan kompeten di bidangnya, di antaranya Ketua Forum Pemimpin Redaksi Indonesia, jurnalis senior, serta pemimpin redaksi media massa nasional.
Untuk menjaga netralitas, nama jurnalis dan media massa pada seluruh karya yang masuk dihilangkan selama proses penilaian sehingga karya dinilai secara anonim.
“Sekali lagi selamat kepada seluruh penerima penghargaan Lomba Karya Jurnalistik Tahun 2026. Terima kasih sudah menjadi bagian dalam perjalanan Program JKN. Kami mohon dukungannya untuk Program JKN untuk menyuarakan informasi yang benar dan hal-hal yang baik, sebagai upaya menjaga kepercayaan publik,” kata Pujo.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat R. Vini Adiani Dewi yang hadir mewakili Gubernur Jawa Barat mengatakan, media massa memiliki peran dalam membantu masyarakat memahami hak dan kewajiban sebagai peserta JKN.
Media juga dinilai turut mendorong perbaikan layanan melalui kritik konstruktif terhadap pemerintah maupun BPJS Kesehatan.
“Jika dibandingkan 12 tahun yang lalu, pelayanan kesehatan sekarang jadi jauh lebih baik. Informasi mengenai besarnya manfaat Program JKN ini perlu disuarakan insan media secara terus-menerus. Terima kasih telah menjembatani informasi kebijakan dengan kebutuhan masyarakat dan membawa dampak terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan. Teruslah menjadi corong informasi kesehatan yang tepercaya bagi masyarakat, termasuk masyarakat Jawa Barat,” katanya.
Sementara itu Heru Prayitno menyatakan, sebuah kehormatan dan kebahagiaan yang sangat besar bisa hadir secara langsung di tengah-tengah para jurnalis hebat dari seluruh penjuru Indonesia.
Melihat semangat dan dedikasi rekan-rekan media, membuat Heru makin yakin bahwa insan pers adalah pilar penting dalam mengawal isu-isu publik di tanah air.
"Karya yang saya bawakan dalam perlombaan ini mengangkat isu yang sangat dekat dengan realitas masyarakat kita, yaitu persoalan tunggakan iuran BPJS Kesehatan. Melalui tulisan ini, saya berupaya menyuarakan dinamika di lapangan—bukan sekadar melihat angka, melainkan memahami latar belakang dan mencari titik terang bersama demi keberlanjutan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Heru.
Menurutnya , menjadi juara dalam kategori ini merupakan sebuah amanah dan pemicu semangat untuk terus menghasilkan karya jurnalistik yang berdampak.
Dia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPJS Kesehatan. Penyelenggaraan Lomba Jurnalistik benar-benar dikemas dengan sangat rapi, transparan, dan istimewa. Ruang kompetisi sehat seperti ini sangat berarti bagi para jurnalis untuk terus mengasah kedalaman liputan dan daya kritis.
"Terima kasih kepada dewan juri, rekan-rekan sejawat, dan semua pihak yang telah mendukung. Semoga karya ini bisa memberikan kontribusi positif bagi perbaikan dan kemajuan layanan kesehatan di Indonesia," katanya.
Kemenangan Jurnalis Radar Sampit ini merupakan rentetan prestasi yang telah berlangsung mulai 2016. Tahun itu Heru Prayitno meraih Juara 1 Lomba Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan, kemudian berturut - turut juara 1 tahun 2018, juara 2 tahun 2019. Selanjutnya Juara 2 tahun 2020 dan terbaru Juara 3 tahun 2026. (*)
Daftar Pemenang Lomba Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan 2026
Kategori Media Cetak
-
Juara 1: Palce Amalo – Media Indonesia, karya Menyeberangi Laut Menuju Rumah Sakit Rujukan
-
Juara 2: Muhammad Rizki – Kaltim Post, karya Merasa Sehat Sampai Tensi Berkata Lain
-
Juara 3: Heru Prayitno – Radar Sampit, karya Menunggak Sesaat, Sesal Pun Berlipat
Kategori Media Online
-
Juara 1: Siti Mas’udah Isnawati – suaramerdeka.com, karya Merajut Harapan Baru dengan Kaki Palsu
-
Juara 2: Ardi – rri.co.id, karya Ketika JKN Hadir di Pelosok Papua
-
Juara 3: Sevrinus Waja – ntt.viva.co.id, karya Ketika Layanan JKN Menjangkau Pasien Lewat Layar
Kategori Photostory Jurnalistik
-
Juara 1: Hesti Rika – CNN Indonesia, karya Bersahabat dengan Titanium Seumur Hidup, Melawan Skoliosis
-
Juara 2: Abriansyah Liberto – Tribun Sumsel, karya Program JKN Bantu ODGJ Dapatkan Perawatan Berkelanjutan
-
Juara 3: Achmad Fazeri – Disway Jateng, karya Agen Pesiar, Ujung Tombak Program JKN di Lapangan
Kategori Televisi
-
Juara 1: Afwan Purwanto M. – Kompas TV, karya Hak Sehat Warga Miskin
-
Juara 2: Antonieta Buaton – DAAI TV, karya BPJS Kini Menjangkau Pasien ODHIV
-
Juara 3: Gancar Wicaksono – CNN Indonesia TV, karya BPJS Kesehatan Cover Kesehatan Mental
Kategori Radio
-
Juara 1: Achmad Aulia – Radio Sonora, karya Kisah Bidan Nina Perempuan Penjaga Hak di Tepian Sungai
-
Juara 2: Nurul Firdaus Silvia – RRI Semarang, karya Merawat Asa, Menyalin Harapan Bersama BPJS Kesehatan
-
Juara 3: Asep Yusuf Anshori – PR FM Bandung, karya Ketika Saguling Memisahkan Daratan, JKN Menyatukan Harapan.