SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Keluarga penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8 yang hilang kontak saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin masih menunggu kabar mengenai keberadaan anggota keluarganya. Hingga empat hari setelah insiden, proses pencarian dan evakuasi penumpang masih berlangsung.
Salah satu keluarga penumpang, Rico, mengatakan hingga Rabu (16/9) pihaknya belum memperoleh informasi mengenai keberadaan kedua orang tuanya, Helianto dan Novika Liana, warga asal Sampit yang turut dalam pelayaran KMP Virgo Transport 8.
“Untuk proses evakuasi sendiri masih terus berjalan sampai hari ini. Namun, untuk kondisi orang tua tetap belum ada kabar,” kata Rico.
Menurut Rico, keluarga terus berupaya mendapatkan informasi terbaru terkait proses evakuasi para penumpang. Sejumlah penumpang ada yang telah berhasil dievakuasi, tetapi dirinya belum mengetahui jumlah pasti maupun apakah kedua orang tuanya termasuk di antara penumpang yang telah ditemukan.
“Ada update terbaru terkait penumpang yang sudah dievakuasi, cuma saya kurang tahu jumlah pastinya berapa,” ujarnya.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/9) dengan membawa sekitar 243 orang. Kondisi tersebut membuat keluarga penumpang, termasuk keluarga Helianto dan Novika Liana, terus menanti perkembangan informasi dari proses pencarian dan evakuasi.
Di tengah penantian tersebut, Rico berharap kedua orang tuanya dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Namun, apabila harapan tersebut tidak terwujud, keluarga berharap keberadaan jasad keduanya tetap dapat ditemukan sehingga memberikan kepastian bagi keluarga.
“Sebagai anak, harapannya ibu sama ayah itu bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Tapi kalau memang jalannya mungkin tidak kesampaian, ya diharapkan jasadnya bisa ditemukan,” ungkapnya.
Rico mengatakan keluarga saat ini masih menunggu informasi resmi dari pihak terkait mengenai keberadaan kedua orang tuanya.
“Iya, jadi kami masih menunggu informasi saja saat ini,” pungkasnya. (Ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko